Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 1,32% hari ini dengan +112.28 point ke level 8,650,19 pada perdagangan pukul 16,52 WITA, Senin (29/12/2025).
Kenaikan indeks kali ini diwarnai oleh aksi spekulatif yang masif pada sejumlah saham lapis ketiga (third liner).
Saham MGNA memimpin jajaran top gainers dengan lonjakan tajam 34,59%, disusul oleh BCIP yang naik 27,14% dan ATAP sebesar 25%.
Fenomena ini mengindikasikan bahwa minat risiko investor terhadap saham-saham berkapitalisasi pasar kecil masih sangat tinggi.
Di sisi lain, saham PJHB dan SKBM justru menjadi pemberat indeks (top losers) setelah terkoreksi masing-masing sebesar 14,73% dan 14,57%.
Dari aspek likuiditas, saham BUMI tampil dominan dengan nilai transaksi mencapai Rp1,77 triliun.
Angka tersebut melampaui nilai transaksi saham-saham blue chip seperti ANTM (Rp712 miliar) dan BBCA (Rp572 miliar).
Tingginya perputaran modal pada BUMI serta INET mencerminkan dinamika sektor energi dan teknologi yang tetap menjadi primadona pasar.
Meski indeks sektoral menguat, investor global cenderung bersikap defensif.
Hal ini terlihat dari catatan jual bersih (net foreign sell) yang mencapai 835 juta lembar saham.
Secara keseluruhan, pergerakan pasar saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen saham individual dibandingkan penguatan sektor secara kolektif.