25 C
Makassar
8 February 2026, 2:57 AM WITA

PDIP Luncurkan Fatmawati Trophy 2026, Hasto Ajak Kader Teladani Keberanian Ibu Bangsa

Overview

  • PDIP resmi meluncurkan Fatmawati Trophy 2026 sebagai upaya merawat warisan ideologis Fatmawati Soekarno.
  • Kompetisi desain fesyen nasional itu menjadi simbol penguatan memori kolektif tentang keteladanan Ibu Bangsa.
  • Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengajak kader meneladani keberanian dan kepedulian sosial Fatmawati.

SulawesiPos.com – PDI Perjuangan (PDIP) resmi meluncurkan Fatmawati Trophy 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat warisan ideologis Fatmawati Soekarno, istri Presiden pertama RI sekaligus Ibu Bangsa, Sabtu (7/2/2026).

Ketua Bidang Perempuan dan Anak DPP PDIP, Bintang Puspayoga menjelaskan, ajang ini lahir dari kesadaran historis atas peran penting Fatmawati dalam perjuangan kemerdekaan dan pembentukan identitas bangsa.

Menurutnya, Fatmawati bukan hanya pendamping kepala negara, melainkan figur yang turut mengukir sejarah, termasuk saat menjahit Sang Saka Merah Putih di tengah situasi revolusi yang penuh keterbatasan.

Kompetisi Fesyen Berbasis Ideologi

Fatmawati Trophy akan dikemas dalam bentuk kompetisi desain fesyen tingkat nasional dengan empat kategori lomba serta penghargaan piala bergilir.

Program ini dirancang berjenjang, dimulai dari tingkat daerah melalui DPD, DPC, hingga organisasi sayap partai.

Baca Juga: 
Jelang Rakernas, DPP PDI Perjuangan Terbitkan Instruksi Larangan Korupsi dan Sanksi Pemecatan

Adapun desain trofi merupakan hasil kontemplasi Ketua DPP PDIP M. Prananda Prabowo yang diwujudkan oleh pemahat nasional Dolorosa Sinaga.

Figur trofi menampilkan sosok perempuan berjubah berdiri tegak melambangkan keteguhan moral, kepemimpinan yang tenang, dan kekuatan dalam kesunyian.

Bintang berharap ajang tersebut dapat menjaga api keteladanan Fatmawati di internal partai sekaligus menginspirasi masyarakat luas.

Jejak Sejarah dan Warisan Kepemimpinan

Fatmawati lahir di Bengkulu pada 5 Februari 1923 dari keluarga pergerakan.

Ayahnya, Hassan Din, dikenal sebagai tokoh Muhammadiyah yang menghadapi tekanan kolonial Belanda lingkungan yang membentuk karakter nasionalisme Fatmawati sejak muda.

Overview

  • PDIP resmi meluncurkan Fatmawati Trophy 2026 sebagai upaya merawat warisan ideologis Fatmawati Soekarno.
  • Kompetisi desain fesyen nasional itu menjadi simbol penguatan memori kolektif tentang keteladanan Ibu Bangsa.
  • Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengajak kader meneladani keberanian dan kepedulian sosial Fatmawati.

SulawesiPos.com – PDI Perjuangan (PDIP) resmi meluncurkan Fatmawati Trophy 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat warisan ideologis Fatmawati Soekarno, istri Presiden pertama RI sekaligus Ibu Bangsa, Sabtu (7/2/2026).

Ketua Bidang Perempuan dan Anak DPP PDIP, Bintang Puspayoga menjelaskan, ajang ini lahir dari kesadaran historis atas peran penting Fatmawati dalam perjuangan kemerdekaan dan pembentukan identitas bangsa.

Menurutnya, Fatmawati bukan hanya pendamping kepala negara, melainkan figur yang turut mengukir sejarah, termasuk saat menjahit Sang Saka Merah Putih di tengah situasi revolusi yang penuh keterbatasan.

Kompetisi Fesyen Berbasis Ideologi

Fatmawati Trophy akan dikemas dalam bentuk kompetisi desain fesyen tingkat nasional dengan empat kategori lomba serta penghargaan piala bergilir.

Program ini dirancang berjenjang, dimulai dari tingkat daerah melalui DPD, DPC, hingga organisasi sayap partai.

Baca Juga: 
Hari Ini! PDIP Bakal Umumkan Sikap Politik Strategis, Nasib Pilkada dan Arah Perjuangan Jadi Sorotan Utama

Adapun desain trofi merupakan hasil kontemplasi Ketua DPP PDIP M. Prananda Prabowo yang diwujudkan oleh pemahat nasional Dolorosa Sinaga.

Figur trofi menampilkan sosok perempuan berjubah berdiri tegak melambangkan keteguhan moral, kepemimpinan yang tenang, dan kekuatan dalam kesunyian.

Bintang berharap ajang tersebut dapat menjaga api keteladanan Fatmawati di internal partai sekaligus menginspirasi masyarakat luas.

Jejak Sejarah dan Warisan Kepemimpinan

Fatmawati lahir di Bengkulu pada 5 Februari 1923 dari keluarga pergerakan.

Ayahnya, Hassan Din, dikenal sebagai tokoh Muhammadiyah yang menghadapi tekanan kolonial Belanda lingkungan yang membentuk karakter nasionalisme Fatmawati sejak muda.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/