26 C
Makassar
4 February 2026, 19:39 PM WITA

Panen Raya Bawang Merah di Cirebon, Kementan Pastikan Pasokan Aman Jelang Ramadan hingga Lebaran

SulawesiPos.com, Cirebon — Kementerian Pertanian memastikan produksi dan pasokan bawang merah nasional dalam kondisi aman menghadapi Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah.

Jaminan tersebut tercermin dari panen raya bawang merah di Kabupaten Cirebon yang tetap berjalan optimal meski wilayah tersebut mengalami curah hujan cukuptinggi dalam beberapa bulan terakhir.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah terus menjaga keseimbangan produksi, distribusi, dan harga pangan strategis agar kebutuhan masyarakat terpenuhi selama hari besar keagamaan.

“Proyeksi produksi pangan strategis nasional guna memastikan kecukupan pasokan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri, sekaligus menggambarkan kondisi harga komoditas pangan di tingkat produsen,” ucap Mentan Amran dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IV DPR RI, Selasa (03/02/2026).

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan, Agung Sunusi, mengatakan bahwa di tengah kondisi cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi, produktivitas bawang merah di Kecamatan Pangenan, Cirebon, masih mampu mencapai rata-rata 10 ton per hektare.

Baca Juga: 
Lirik Lagu Republik Fufufafa - Slank Lengkap, Download Mp3!

“Jika mengacu pada data BPS, rata-rata nasional berada di kisaran 11 hingga 12,5 ton per hektare. Dengan kondisi hujan hampir setiap hari dan cuaca ekstrem, capaian Cirebon ini sudah di atas ekspektasi dan sangat luar biasa,” kata Agung saat pelaksanaan panen raya bawang merah di Desa Ender, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon pada Sabtu (31/1/2026) lalu.

Hal ini sejalan dengan rilis BPS yang mencatat terjadi deflasi sebesar 0,15 persen secara month-to-month pada Januari 2026.

Sejumlah komoditas hortikultura dan pangan strategis menjadi pendorong utama deflasi tersebut, termasuk bawang merah yang mengalami panen raya dengan andil deflasi sebesar 0,07 persen.

Lebih lanjut, Agung mencontohkan bahwa dari satu lokasi panen dengan satu hamparan seluas 26 hektare di Desa Ender, berpotensi menghasilkan produksi bawang merah hingga 260 ton.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon dan Champion Bawang Merah setempat, masih terdapat 350 hektare lahan bawang merah yang siap panen hingga Lebaran.

SulawesiPos.com, Cirebon — Kementerian Pertanian memastikan produksi dan pasokan bawang merah nasional dalam kondisi aman menghadapi Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah.

Jaminan tersebut tercermin dari panen raya bawang merah di Kabupaten Cirebon yang tetap berjalan optimal meski wilayah tersebut mengalami curah hujan cukuptinggi dalam beberapa bulan terakhir.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah terus menjaga keseimbangan produksi, distribusi, dan harga pangan strategis agar kebutuhan masyarakat terpenuhi selama hari besar keagamaan.

“Proyeksi produksi pangan strategis nasional guna memastikan kecukupan pasokan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri, sekaligus menggambarkan kondisi harga komoditas pangan di tingkat produsen,” ucap Mentan Amran dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IV DPR RI, Selasa (03/02/2026).

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan, Agung Sunusi, mengatakan bahwa di tengah kondisi cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi, produktivitas bawang merah di Kecamatan Pangenan, Cirebon, masih mampu mencapai rata-rata 10 ton per hektare.

Baca Juga: 
Lonjakan 66 Persen Ekspor Iran ke Afrika: Manuver Ekonomi Kontra-Hegemoni Menuju Blok Perdagangan Baru Global South

“Jika mengacu pada data BPS, rata-rata nasional berada di kisaran 11 hingga 12,5 ton per hektare. Dengan kondisi hujan hampir setiap hari dan cuaca ekstrem, capaian Cirebon ini sudah di atas ekspektasi dan sangat luar biasa,” kata Agung saat pelaksanaan panen raya bawang merah di Desa Ender, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon pada Sabtu (31/1/2026) lalu.

Hal ini sejalan dengan rilis BPS yang mencatat terjadi deflasi sebesar 0,15 persen secara month-to-month pada Januari 2026.

Sejumlah komoditas hortikultura dan pangan strategis menjadi pendorong utama deflasi tersebut, termasuk bawang merah yang mengalami panen raya dengan andil deflasi sebesar 0,07 persen.

Lebih lanjut, Agung mencontohkan bahwa dari satu lokasi panen dengan satu hamparan seluas 26 hektare di Desa Ender, berpotensi menghasilkan produksi bawang merah hingga 260 ton.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon dan Champion Bawang Merah setempat, masih terdapat 350 hektare lahan bawang merah yang siap panen hingga Lebaran.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/