24 C
Makassar
3 February 2026, 5:02 AM WITA

Lansia Dilaporkan Hilang di Hutan Selayar, Pencarian Diperluas Hingga 5 Kilometer

Overview

  • Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian pria lanjut usia yang dilaporkan hilang di kawasan hutan Alasa, Selayar.

  • Operasi pencarian memasuki hari ketiga dengan penyisiran jalur setapak menggunakan metode ESAR.

  • Basarnas mengimbau masyarakat segera melapor jika memiliki informasi terkait keberadaan korban.

SulawesiPos.com – Operasi pencarian terhadap seorang pria lanjut usia yang dilaporkan hilang di wilayah hutan Alasa, Desa Tanete, Kecamatan Bontomatene, Kabupaten Kepulauan Selayar, kembali dilanjutkan oleh tim SAR gabungan pada Jumat (30/1/2026).

Korban diketahui bernama Abdul Wahab (70), yang dilaporkan tidak kembali ke rumah sejak Minggu (26/1/2026). Hingga hari ketiga pencarian, korban belum berhasil ditemukan.

Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, menjelaskan bahwa dalam operasi lanjutan ini tim SAR dibagi ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas area pencarian.

“Hari ini kami melanjutkan operasi pencarian dengan membagi tim menjadi dua SRU,” ujar Arif Anwar Jumat dikutip dari Antara.

Ia menyebutkan, penyisiran difokuskan pada jalur setapak yang diduga dilalui korban dengan menyisir sisi kiri dan kanan jalur sejauh lima kilometer menggunakan metode Expanded Search and Rescue (ESAR).

Baca Juga: 
Evakuasi Korban ATR 42-500 di Bulusaraung Tertunda karena Medan Ekstrem dan Kabut Tebal

Operasi SAR melibatkan unsur Pos SAR Selayar, BPBD Selayar, Polsek Bontomatene, serta dibantu oleh masyarakat setempat.

Berdasarkan informasi keluarga, Abdul Wahab terakhir kali terlihat warga pada Minggu siang (26/1/2026) di kawasan hutan Alasa.

Sebelumnya, korban diketahui mengunjungi keluarganya di Dusun Unjuruyya, Desa Tanete, pada Sabtu (25/1/2026), namun tidak kunjung kembali ke rumah.

Karena tidak ada kabar hingga beberapa hari, pihak keluarga akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Basarnas Makassar pada Rabu (28/1/2026).

“Kami berharap korban segera ditemukan dalam kondisi selamat. Kami juga menyiapkan langkah evakuasi dan penanganan medis bila korban ditemukan membutuhkan perawatan, serta prosedur darurat jika terjadi kondisi darurat pada personil di lapangan,” paparnya.

Overview

  • Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian pria lanjut usia yang dilaporkan hilang di kawasan hutan Alasa, Selayar.

  • Operasi pencarian memasuki hari ketiga dengan penyisiran jalur setapak menggunakan metode ESAR.

  • Basarnas mengimbau masyarakat segera melapor jika memiliki informasi terkait keberadaan korban.

SulawesiPos.com – Operasi pencarian terhadap seorang pria lanjut usia yang dilaporkan hilang di wilayah hutan Alasa, Desa Tanete, Kecamatan Bontomatene, Kabupaten Kepulauan Selayar, kembali dilanjutkan oleh tim SAR gabungan pada Jumat (30/1/2026).

Korban diketahui bernama Abdul Wahab (70), yang dilaporkan tidak kembali ke rumah sejak Minggu (26/1/2026). Hingga hari ketiga pencarian, korban belum berhasil ditemukan.

Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, menjelaskan bahwa dalam operasi lanjutan ini tim SAR dibagi ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas area pencarian.

“Hari ini kami melanjutkan operasi pencarian dengan membagi tim menjadi dua SRU,” ujar Arif Anwar Jumat dikutip dari Antara.

Ia menyebutkan, penyisiran difokuskan pada jalur setapak yang diduga dilalui korban dengan menyisir sisi kiri dan kanan jalur sejauh lima kilometer menggunakan metode Expanded Search and Rescue (ESAR).

Baca Juga: 
Kronologi Hilangnya Pesawat ATR Rute Jogja-Makassar di Maros

Operasi SAR melibatkan unsur Pos SAR Selayar, BPBD Selayar, Polsek Bontomatene, serta dibantu oleh masyarakat setempat.

Berdasarkan informasi keluarga, Abdul Wahab terakhir kali terlihat warga pada Minggu siang (26/1/2026) di kawasan hutan Alasa.

Sebelumnya, korban diketahui mengunjungi keluarganya di Dusun Unjuruyya, Desa Tanete, pada Sabtu (25/1/2026), namun tidak kunjung kembali ke rumah.

Karena tidak ada kabar hingga beberapa hari, pihak keluarga akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Basarnas Makassar pada Rabu (28/1/2026).

“Kami berharap korban segera ditemukan dalam kondisi selamat. Kami juga menyiapkan langkah evakuasi dan penanganan medis bila korban ditemukan membutuhkan perawatan, serta prosedur darurat jika terjadi kondisi darurat pada personil di lapangan,” paparnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/