24 C
Makassar
3 February 2026, 5:07 AM WITA

Anggaran Tim Lacak Gowa Disorot, Tembus Rp713 Juta di Tengah Kebijakan Efisiensi

Overview

  • Realisasi anggaran Tim Layanan Cepat Aksi Kemiskinan (Lacak) Kabupaten Gowa menjadi perhatian publik di tengah kebijakan efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
  • Program yang diluncurkan sebagai inovasi percepatan penanganan kemiskinan ini dilaporkan telah menyerap dana hingga Rp713 juta hanya dalam waktu sekitar empat bulan sejak dikukuhkan pada Juli 2025.
  • Besarnya anggaran yang terserap dalam periode singkat tersebut memunculkan berbagai pertanyaan, terutama terkait efektivitas program, transparansi penggunaan dana, serta kesesuaiannya dengan semangat penghematan belanja daerah.

SulawesoiPos.com – Kebijakan efisiensi anggaran yang tengah digalakkan pemerintah justru berbanding terbalik dengan realisasi belanja salah satu program di Kabupaten Gowa.

Tim Layanan Cepat Aksi Kemiskinan (Lacak) dilaporkan telah menyerap anggaran hingga Rp713 juta hanya dalam waktu beberapa bulan pelaksanaan.

Program yang digagas sebagai upaya percepatan penanganan kemiskinan tersebut secara resmi diluncurkan pada 23 Juli 2025.

Namun, besarnya alokasi dan realisasi anggaran dalam kurun waktu relatif singkat memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat, terutama saat daerah lain menahan belanja akibat pengetatan fiskal.

Baca Juga: 
Tangisan Ibu Kopilot ATR 42-500 Farhan Gunawan Viral, Minta Anaknya Segera Ditemukan

Berdasarkan informasi yang beredar, anggaran Tim Lacak mencakup sejumlah kebutuhan operasional, koordinasi lapangan, serta dukungan administratif.

Meski bertujuan mulia untuk mempercepat layanan sosial, besarnya dana yang terserap dinilai perlu disertai transparansi dan evaluasi menyeluruh.

Sejumlah kalangan menilai pemerintah daerah perlu menjelaskan secara terbuka efektivitas program tersebut, termasuk dampak nyata terhadap penurunan angka kemiskinan di Gowa.

Evaluasi dianggap penting agar penggunaan APBD benar-benar sejalan dengan prinsip efisiensi, akuntabilitas, dan keberpihakan kepada masyarakat.

Hingga kini, belum ada penjelasan rinci dari pihak terkait mengenai kemungkinan penambahan anggaran lanjutan serta indikator keberhasilan program Tim Lacak ke depan.

Overview

  • Realisasi anggaran Tim Layanan Cepat Aksi Kemiskinan (Lacak) Kabupaten Gowa menjadi perhatian publik di tengah kebijakan efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
  • Program yang diluncurkan sebagai inovasi percepatan penanganan kemiskinan ini dilaporkan telah menyerap dana hingga Rp713 juta hanya dalam waktu sekitar empat bulan sejak dikukuhkan pada Juli 2025.
  • Besarnya anggaran yang terserap dalam periode singkat tersebut memunculkan berbagai pertanyaan, terutama terkait efektivitas program, transparansi penggunaan dana, serta kesesuaiannya dengan semangat penghematan belanja daerah.

SulawesoiPos.com – Kebijakan efisiensi anggaran yang tengah digalakkan pemerintah justru berbanding terbalik dengan realisasi belanja salah satu program di Kabupaten Gowa.

Tim Layanan Cepat Aksi Kemiskinan (Lacak) dilaporkan telah menyerap anggaran hingga Rp713 juta hanya dalam waktu beberapa bulan pelaksanaan.

Program yang digagas sebagai upaya percepatan penanganan kemiskinan tersebut secara resmi diluncurkan pada 23 Juli 2025.

Namun, besarnya alokasi dan realisasi anggaran dalam kurun waktu relatif singkat memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat, terutama saat daerah lain menahan belanja akibat pengetatan fiskal.

Baca Juga: 
Diskusi Luwu Raya: Sejarah dan Surat Jadi Modal, Pemekaran Tetap Mengacu UU

Berdasarkan informasi yang beredar, anggaran Tim Lacak mencakup sejumlah kebutuhan operasional, koordinasi lapangan, serta dukungan administratif.

Meski bertujuan mulia untuk mempercepat layanan sosial, besarnya dana yang terserap dinilai perlu disertai transparansi dan evaluasi menyeluruh.

Sejumlah kalangan menilai pemerintah daerah perlu menjelaskan secara terbuka efektivitas program tersebut, termasuk dampak nyata terhadap penurunan angka kemiskinan di Gowa.

Evaluasi dianggap penting agar penggunaan APBD benar-benar sejalan dengan prinsip efisiensi, akuntabilitas, dan keberpihakan kepada masyarakat.

Hingga kini, belum ada penjelasan rinci dari pihak terkait mengenai kemungkinan penambahan anggaran lanjutan serta indikator keberhasilan program Tim Lacak ke depan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/