SulawesiPos.com – Harga emas mencetak rekor tertinggi baru menembus level 4.800 dolar AS per ons pada Rabu, didorong meningkatnya ketegangan geopolitik terkait Greenland dan kembalinya friksi perdagangan global yang mengguncang pasar serta mendorong investor memburu aset lindung nilai, sebagaimana dilaporkan Investing.com, Rabu (22/1/2026).
Pada pukul 08.35 waktu New York (13.35 GMT), harga emas spot melonjak 2,3 persen menjadi 4.873,30 dolar AS per ons setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di level 4.888,13 dolar AS per ons.
Kontrak berjangka emas Amerika Serikat juga naik 2,3 persen ke level 4.876,60 dolar AS per ons, mendekati rekor tertinggi sepanjang masa di 4.890,35 dolar AS per ons.
Harga emas sepanjang pekan ini telah melonjak lebih dari 5 persen, dengan lonjakan terbaru dipicu oleh memburuknya hubungan antara Amerika Serikat dan Eropa terkait pentingnya posisi strategis Greenland.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa tidak ada jalan mundur terkait Greenland dengan alasan keamanan di kawasan Arktik, sembari mengancam akan memberlakukan tarif terhadap negara-negara Eropa yang semakin mengguncang pasar global.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan bahwa Eropa tidak akan tunduk pada “para penggertak” dan menekankan bahwa hubungan antarsekutu harus didasarkan pada rasa hormat dan kerja sama, bukan tekanan.
Pernyataan Macron yang disampaikan di sela-sela World Economic Forum di Davos tersebut mencerminkan meningkatnya kegelisahan Eropa terhadap retorika Washington dan ancaman dagang yang dikaitkan dengan sengketa Greenland.
Trump berupaya meredakan kekhawatiran pasar dengan menyatakan bahwa Amerika Serikat sedang mengelola isu tersebut dan menginginkan hasil yang memuaskan bagi NATO, meskipun sentimen investor tetap diliputi kecemasan.
Para analis yang disurvei oleh London Bullion Market Association memperkirakan harga emas akan menembus level 5.000 dolar AS per ons tahun ini, didorong ekspektasi penurunan suku bunga riil AS, pelonggaran lanjutan oleh Federal Reserve, serta diversifikasi cadangan bank sentral global menjauh dari dolar AS.
Permintaan emas juga menguat seiring melemahnya dolar AS yang turun ke level terendah dalam dua pekan pada Selasa.

