24 C
Makassar
3 February 2026, 5:05 AM WITA

Makam Sultan Hasanuddin, Jejak Sejarah Raja Gowa dan Simbol Perlawanan di Bukit Tamalate

Overview

  • Kompleks Makam Sultan Hasanuddin di Bukit Tamalate, Gowa, menjadi saksi sejarah raja-raja Kerajaan Gowa dari masa pra-Islam hingga era Islam.
  • Di kawasan seluas 2.352 meter persegi ini terdapat 24 makam raja dan bangsawan dengan ragam bentuk jirat yang masih terjaga utuh.
  • Selain sebagai tempat ziarah, Makam Sultan Hasanuddin kini berfungsi sebagai destinasi wisata sejarah dan ruang edukasi budaya Sulawesi Selatan.

SulawesiPos.com – Makam Pahlawan Nasional Sultan Hasanuddin merupakan salah satu situs sejarah terpenting di Sulawesi Selatan.

Kompleks pemakaman ini terletak di Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, tepatnya di puncak Bukit Tamalate.

Dengan luas sekitar 2.352 meter persegi, kawasan ini bukan hanya menjadi tempat peristirahatan terakhir Sultan Hasanuddin, tetapi juga menyimpan jejak panjang sejarah Kerajaan Gowa.

Kompleks Makam Sultan Hasanuddin mencakup 24 situs pemakaman raja dan bangsawan Gowa yang hidup pada masa sebelum dan sesudah Islam masuk ke Sulawesi Selatan.

Keunikan kompleks ini terlihat dari orientasi makam-makam awal yang menghadap timur–barat, sebuah penanda kuat tradisi pra-Islam.

Baca Juga: 
Leang-Leang Maros, Melihat Jejak Manusia Purba 50 Ribu Tahun Lalu

Salah satu contohnya adalah makam Raja Gowa ke-11, I Tajibarani Daeng Marompa Karaeng Data Tunibatta, yang diangkat menjadi raja pada tahun 1565.

Sejarah Pemugaran dan Perubahan Orientasi Makam

Seiring perkembangan pemahaman sejarah dan nilai religius, pada tahun 1952 dilakukan pemugaran terhadap dua makam tertua di kompleks ini.

Orientasi makam yang semula timur–barat diubah menjadi utara–selatan.

Pada masa pemugaran tersebut juga ditambahkan cungkup berbentuk kubah pada makam Raja Gowa ke-11, menjadikannya salah satu elemen arsitektur yang menonjol di kompleks ini.

Overview

  • Kompleks Makam Sultan Hasanuddin di Bukit Tamalate, Gowa, menjadi saksi sejarah raja-raja Kerajaan Gowa dari masa pra-Islam hingga era Islam.
  • Di kawasan seluas 2.352 meter persegi ini terdapat 24 makam raja dan bangsawan dengan ragam bentuk jirat yang masih terjaga utuh.
  • Selain sebagai tempat ziarah, Makam Sultan Hasanuddin kini berfungsi sebagai destinasi wisata sejarah dan ruang edukasi budaya Sulawesi Selatan.

SulawesiPos.com – Makam Pahlawan Nasional Sultan Hasanuddin merupakan salah satu situs sejarah terpenting di Sulawesi Selatan.

Kompleks pemakaman ini terletak di Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, tepatnya di puncak Bukit Tamalate.

Dengan luas sekitar 2.352 meter persegi, kawasan ini bukan hanya menjadi tempat peristirahatan terakhir Sultan Hasanuddin, tetapi juga menyimpan jejak panjang sejarah Kerajaan Gowa.

Kompleks Makam Sultan Hasanuddin mencakup 24 situs pemakaman raja dan bangsawan Gowa yang hidup pada masa sebelum dan sesudah Islam masuk ke Sulawesi Selatan.

Keunikan kompleks ini terlihat dari orientasi makam-makam awal yang menghadap timur–barat, sebuah penanda kuat tradisi pra-Islam.

Baca Juga: 
Menjelajah Fort Rotterdam, Benteng Bersejarah di Jantung Kota Makassar

Salah satu contohnya adalah makam Raja Gowa ke-11, I Tajibarani Daeng Marompa Karaeng Data Tunibatta, yang diangkat menjadi raja pada tahun 1565.

Sejarah Pemugaran dan Perubahan Orientasi Makam

Seiring perkembangan pemahaman sejarah dan nilai religius, pada tahun 1952 dilakukan pemugaran terhadap dua makam tertua di kompleks ini.

Orientasi makam yang semula timur–barat diubah menjadi utara–selatan.

Pada masa pemugaran tersebut juga ditambahkan cungkup berbentuk kubah pada makam Raja Gowa ke-11, menjadikannya salah satu elemen arsitektur yang menonjol di kompleks ini.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/