24 C
Makassar
3 February 2026, 5:01 AM WITA

Retaknya Poros Arab Saudi-Uni Emirat Arab di Tanah Yaman

SulawesiPos.com – Keretakan yang kian melebar antara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab kini tercermin jelas dalam krisis Yaman, ketika sebuah pertemuan konsultatif para pemimpin politik, tokoh agama, tetua adat, dan figur senior Yaman dibuka di ibu kota Arab Saudi.

Tujuannya untuk membahas masa depan negara itu sebagai respons atas ketegangan terbaru antara pasukan pemerintah pro-Saudi dan kelompok separatis yang didukung Uni Emirat Arab, sementara pada saat yang sama krisis ketahanan pangan memburuk dengan tambahan satu juta orang terancam kelaparan yang mengancam nyawa.

Riyadh (AsiaNews, 19/1/2026) melaporkan bahwa setelah bentrokan antara pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi dan kelompok separatis yang disokong Uni Emirat Arab di wilayah selatan, serta meningkatnya ketegangan antara dua kekuatan Teluk tersebut, langkah-langkah diplomatik mulai digerakkan untuk menstabilkan Yaman yang telah lebih dari satu dekade menjadi medan perang brutal.

Dalam konteks tersebut, sebuah pertemuan konsultatif dibuka kemarin di Riyadh yang mempertemukan para pemimpin politik dan agama, tetua masyarakat, serta tokoh-tokoh senior dari Yaman Selatan.

Baca Juga: 
Arab Saudi Pimpin Negara-Negara Teluk Desak Amerika Serikat Urungkan Serangan ke Iran

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis di sela-sela pertemuan, para penyelenggara menegaskan bahwa forum ini mencerminkan kehendak kolektif untuk mencari solusi yang adil, aman, dan terjamin dengan menjauh dari eskalasi maupun upaya menciptakan konflik sekunder yang tidak melayani kepentingan Yaman Selatan dan masa depannya.

Menegaskan kembali kedekatan hubungan antara Dewan Kepemimpinan Presidensial Yaman (PLC:Presidential Leadership Council ) dan Arab Saudi, para peserta pertemuan memuji dukungan Riyadh yang dinilai jelas dan konsisten terhadap perjuangan mereka, sebagaimana disampaikan dalam pernyataan yang dibacakan oleh anggota PLC, Abou Zaraa Al-Mahrami.

Dalam pernyataan tersebut disebutkan bahwa posisi Arab Saudi sepenuhnya sejalan dengan tuntutan adil rakyat Yaman Selatan serta mendukung hak mereka untuk mencapai solusi politik komprehensif yang menjamin martabat, keamanan, stabilitas, dan masa depan tanpa prasyarat atau tuntutan politik.

Al-Mahrami memperingatkan bahwa dialog yang disponsori Arab Saudi antara para pemimpin dan kelompok Yaman Selatan merupakan peluang sejarah langka yang tidak boleh disia-siakan atau dirusak dengan memicu perselisihan internal di kawasan selatan.

Baca Juga: 
Bupati Pati Sudewo Bantah Jual Beli Kursi Perangkat Desa

Ia juga menegaskan bahwa inisiatif Arab Saudi tidak seharusnya ditentang atau dibalas dengan memicu ketegangan dengan Riyadh, karena langkah semacam itu justru akan menguntungkan pihak-pihak yang menentang perjuangan mereka.

Para perwakilan PLC yang berkumpul di Riyadh akhirnya berjanji untuk tidak meminggirkan pihak mana pun, sembari menegaskan bahwa ancaman nyata bagi Yaman bersumber dari kelompok Negara Islam (ISIS) dan al-Qaeda dengan agenda ekspansionis mereka

SulawesiPos.com – Keretakan yang kian melebar antara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab kini tercermin jelas dalam krisis Yaman, ketika sebuah pertemuan konsultatif para pemimpin politik, tokoh agama, tetua adat, dan figur senior Yaman dibuka di ibu kota Arab Saudi.

Tujuannya untuk membahas masa depan negara itu sebagai respons atas ketegangan terbaru antara pasukan pemerintah pro-Saudi dan kelompok separatis yang didukung Uni Emirat Arab, sementara pada saat yang sama krisis ketahanan pangan memburuk dengan tambahan satu juta orang terancam kelaparan yang mengancam nyawa.

Riyadh (AsiaNews, 19/1/2026) melaporkan bahwa setelah bentrokan antara pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi dan kelompok separatis yang disokong Uni Emirat Arab di wilayah selatan, serta meningkatnya ketegangan antara dua kekuatan Teluk tersebut, langkah-langkah diplomatik mulai digerakkan untuk menstabilkan Yaman yang telah lebih dari satu dekade menjadi medan perang brutal.

Dalam konteks tersebut, sebuah pertemuan konsultatif dibuka kemarin di Riyadh yang mempertemukan para pemimpin politik dan agama, tetua masyarakat, serta tokoh-tokoh senior dari Yaman Selatan.

Baca Juga: 
Niat Puasa Qadha Ramadhan: Lengkap Tata Cara, Bacaan, dan Ketentuan Fidyah

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis di sela-sela pertemuan, para penyelenggara menegaskan bahwa forum ini mencerminkan kehendak kolektif untuk mencari solusi yang adil, aman, dan terjamin dengan menjauh dari eskalasi maupun upaya menciptakan konflik sekunder yang tidak melayani kepentingan Yaman Selatan dan masa depannya.

Menegaskan kembali kedekatan hubungan antara Dewan Kepemimpinan Presidensial Yaman (PLC:Presidential Leadership Council ) dan Arab Saudi, para peserta pertemuan memuji dukungan Riyadh yang dinilai jelas dan konsisten terhadap perjuangan mereka, sebagaimana disampaikan dalam pernyataan yang dibacakan oleh anggota PLC, Abou Zaraa Al-Mahrami.

Dalam pernyataan tersebut disebutkan bahwa posisi Arab Saudi sepenuhnya sejalan dengan tuntutan adil rakyat Yaman Selatan serta mendukung hak mereka untuk mencapai solusi politik komprehensif yang menjamin martabat, keamanan, stabilitas, dan masa depan tanpa prasyarat atau tuntutan politik.

Al-Mahrami memperingatkan bahwa dialog yang disponsori Arab Saudi antara para pemimpin dan kelompok Yaman Selatan merupakan peluang sejarah langka yang tidak boleh disia-siakan atau dirusak dengan memicu perselisihan internal di kawasan selatan.

Baca Juga: 
Bupati Pati Sudewo Bantah Jual Beli Kursi Perangkat Desa

Ia juga menegaskan bahwa inisiatif Arab Saudi tidak seharusnya ditentang atau dibalas dengan memicu ketegangan dengan Riyadh, karena langkah semacam itu justru akan menguntungkan pihak-pihak yang menentang perjuangan mereka.

Para perwakilan PLC yang berkumpul di Riyadh akhirnya berjanji untuk tidak meminggirkan pihak mana pun, sembari menegaskan bahwa ancaman nyata bagi Yaman bersumber dari kelompok Negara Islam (ISIS) dan al-Qaeda dengan agenda ekspansionis mereka

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/