Overview
-
Musda Kosgoro 1957 Sulsel menunda agenda pemilihan ketua karena belum ada bakal calon yang mendaftar secara resmi.
-
Penundaan disepakati untuk memberi ruang penjaringan kandidat agar berjalan tertib sesuai AD/ART organisasi.
-
Pimpinan pusat menilai penundaan Musda sebagai proses demokratis demi melahirkan kepemimpinan yang solid dan berlegitimasi kuat.
SulawesiPos.com – Musyawarah Daerah (Musda) Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Sulawesi Selatan memutuskan menunda agenda pemilihan ketua yang sedianya digelar dalam forum Musda di Hotel Makassar Golden (MGH), Sabtu-Minggu (17-18/1/2026).
Keputusan tersebut diambil setelah forum mencermati belum adanya bakal calon yang mendaftar secara resmi sesuai ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.
Penundaan dinilai perlu agar proses penjaringan kandidat berjalan tertib dan konstitusional.
Ketua Steering Committee (SC) Musda, Armin Mustamin Toputiri, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari dinamika organisasi, bukan bentuk kebuntuan atau deadlock politik.
Menurutnya, Musda justru ingin memastikan calon ketua yang terpilih nantinya memiliki legitimasi kuat dan dukungan yang jelas.
“Belum ada yang mendaftar secara resmi sebagai bakal calon ketua. Kami ingin proses ini berjalan tertib administrasi sesuai aturan main organisasi,” kata Armin, yang juga menjabat Wakil Ketua PDK Kosgoro 1957 Sulsel dikutip dari Rakyat Sulsel.
Berdasarkan kesepakatan peserta Musda, agenda akan dilanjutkan paling cepat satu pekan ke depan atau paling lambat sebelum pelaksanaan Musda Golkar Sulsel.
Selama masa jeda tersebut, peserta Musda yang sah didorong melakukan komunikasi intensif dengan para bakal calon potensial.
Aspirasi dan hasil penjaringan nantinya akan disampaikan kepada empat pimpinan Musda, yakni Rita Noorita (Makassar), Fahruddin Rangga (Takalar), H. Marsum (Parepare), dan Nawir (Takalar).
Dari jajaran pusat, Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957, Mustafa M. Radja, menyampaikan bahwa pihaknya menghormati dinamika yang berlangsung di daerah.
Ia menilai penundaan justru membuka ruang demokratis agar Kosgoro 1957 Sulsel dapat melahirkan kepemimpinan yang solid dan progresif.
“Pimpinan Pusat memantau dinamika di Sulsel. Penundaan ini adalah ruang demokratis agar penjaringan berjalan maksimal. Kami berharap dalam waktu dekat sudah muncul figur yang siap membawa Kosgoro 1957 Sulsel lebih progresif,” tutur Mustafa.
Musda Kosgoro 1957 Sulsel dihadiri jajaran pengurus PDK I Sulsel serta perwakilan 16 PDK II kabupaten/kota dari total 24 daerah.
Dari unsur PPK hadir Sekjen M. Sabil Rahman, Waketum Mustafa M. Radja, dan Waseksen Arifin Madjid.
Sementara dari DPD I Partai Golkar Sulsel, hadir Wakil Ketua Rahman Pina yang menyatakan dukungan terhadap proses konsolidasi organisasi pendiri Partai Golkar tersebut.

