27.5 C
Makassar
19 January 2026, 16:42 PM WITA

Ponsel Co-Pilot ATR Farhan Gunawan Ditemukan, Data Langkah Smartwatch Picu Harapan Korban Masih Hidup

Overview

  • Ponsel co-pilot ATR Farhan Gunawan ditemukan di lokasi jatuhnya pesawat di Gunung Bulusaraung.
  • Data langkah dari smartwatch yang terhubung memunculkan harapan adanya pergerakan korban.
  • Keluarga masih menunggu kepastian sambil tim SAR melanjutkan pencarian di medan ekstrem.

SulawesiPos.com – Telepon genggam milik Farhan Gunawan, co-pilot pesawat ATR PK-THT yang mengalami kecelakaan di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, ditemukan di tengah puing-puing pesawat pada Minggu (18/1/2026).

Penemuan tersebut langsung menyita perhatian keluarga karena ponsel itu terhubung dengan smartwatch yang biasa dikenakan Farhan.

Saat perangkat diperiksa, layar ponsel menampilkan notifikasi aktivitas fisik yang menunjukkan adanya pergerakan.

Data pada perangkat tersebut memperlihatkan jumlah langkah yang terus bertambah pada hari yang sama.

Pada pukul 18.00 Wita tercatat sekitar 9.000 langkah, lalu meningkat menjadi 13.647 langkah pada pukul 22.00 Wita, Minggu malam.

Kondisi ini memunculkan keyakinan keluarga bahwa Farhan kemungkinan masih dalam keadaan hidup dan bergerak di sekitar lokasi.

Baca Juga: 
Alasan Sakit, Tersangka Kasus Pembalakan Hutan Gowa Minta Penangguhan Penahanan

Overview

  • Ponsel co-pilot ATR Farhan Gunawan ditemukan di lokasi jatuhnya pesawat di Gunung Bulusaraung.
  • Data langkah dari smartwatch yang terhubung memunculkan harapan adanya pergerakan korban.
  • Keluarga masih menunggu kepastian sambil tim SAR melanjutkan pencarian di medan ekstrem.

SulawesiPos.com – Telepon genggam milik Farhan Gunawan, co-pilot pesawat ATR PK-THT yang mengalami kecelakaan di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, ditemukan di tengah puing-puing pesawat pada Minggu (18/1/2026).

Penemuan tersebut langsung menyita perhatian keluarga karena ponsel itu terhubung dengan smartwatch yang biasa dikenakan Farhan.

Saat perangkat diperiksa, layar ponsel menampilkan notifikasi aktivitas fisik yang menunjukkan adanya pergerakan.

Data pada perangkat tersebut memperlihatkan jumlah langkah yang terus bertambah pada hari yang sama.

Pada pukul 18.00 Wita tercatat sekitar 9.000 langkah, lalu meningkat menjadi 13.647 langkah pada pukul 22.00 Wita, Minggu malam.

Kondisi ini memunculkan keyakinan keluarga bahwa Farhan kemungkinan masih dalam keadaan hidup dan bergerak di sekitar lokasi.

Baca Juga: 
PNBP Melonjak–Anggaran Efisien, Kejari Bulukumba Terbaik Bidang Pembinaan 2025 Se-Sulsel

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/