27.5 C
Makassar
19 January 2026, 17:10 PM WITA

Aprilia Siaga Satu: Massimo Rivola Waspadai ‘Godaan’ Pabrikan Jepang Jelang MotoGP 2026/2027

Overview

  • CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, memberikan sinyal peringatan keras bagi internal timnya Aprilia Racing dalam mengamankan pembalap utama untuk siklus regulasi MotoGP 2026/2027.
  • Performa bagus Marco Bezzecchi pada MotoGP 2025
  • Raksasa Jepang seperti Honda dan Yamaha kini mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan melalui investasi besar-besaran dan perubahan struktur organisasi.

SulawesiPos.com, NOALE – CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, memberikan sinyal peringatan keras bagi internal timnya.

Pria asal Italia tersebut menegaskan bahwa Aprilia harus segera bergerak cepat untuk memagari para pembalapnya dari incaran kompetitor, menyusul munculnya tawaran menggiurkan dari pabrikan Jepang untuk musim 2026/2027.

Langkah ini diambil Rivola bukan tanpa alasan.

Performa bagus Marco Bezzecchi pada 2025, di mana ia finis ketiga dalam statistik, dengan tiga kemenangan di kantongnya, pasti telah memicu efek panggilan bagi perusahaan-perusahaan besar, yang menjajaki pasar dengan portofolio jauh lebih kuat daripada yang lain.

Seiring dengan perubahan regulasi besar-besaran yang akan terjadi pada tahun 2027, peta persaingan bursa transfer pembalap diprediksi akan memanas lebih awal dari biasanya.

Baca Juga: 
Prima Pramac Yamaha Resmi Luncurkan Tim MotoGP 2026, Toprak Razgatlioglu Naik Kelas ke MotoGP

Setelah beberapa musim mengalami masa sulit, raksasa Jepang seperti Honda dan Yamaha kini mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan melalui investasi besar-besaran dan perubahan struktur organisasi.

Rivola mengendus adanya upaya dari pabrikan-pabrikan tersebut untuk membajak talenta terbaik yang saat ini berada di bawah naungan Noale.

“Kami tidak boleh lengah. Pasar pembalap bergerak sangat dinamis, dan kami tahu ada tawaran besar yang mulai masuk dari tim lain, terutama pabrikan Jepang yang ingin kembali ke puncak,” ujar Massimo Rivola.

Bagi Rivola, menyelesaikan susunan pembalap (rider lineup) untuk proyek masa depan bukan sekadar soal kontrak, melainkan tentang stabilitas pengembangan motor.

Aprilia yang kini menjadi salah satu penantang gelar utama tidak ingin momentum mereka terganggu oleh ketidakpastian masa depan pembalapnya.

Beberapa poin krusial yang menjadi perhatian Aprilia saat ini antara lain Keamanan Proyek 2027: Menjamin pembalap yang ada tetap berkomitmen untuk transisi ke mesin 850cc.

Overview

  • CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, memberikan sinyal peringatan keras bagi internal timnya Aprilia Racing dalam mengamankan pembalap utama untuk siklus regulasi MotoGP 2026/2027.
  • Performa bagus Marco Bezzecchi pada MotoGP 2025
  • Raksasa Jepang seperti Honda dan Yamaha kini mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan melalui investasi besar-besaran dan perubahan struktur organisasi.

SulawesiPos.com, NOALE – CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, memberikan sinyal peringatan keras bagi internal timnya.

Pria asal Italia tersebut menegaskan bahwa Aprilia harus segera bergerak cepat untuk memagari para pembalapnya dari incaran kompetitor, menyusul munculnya tawaran menggiurkan dari pabrikan Jepang untuk musim 2026/2027.

Langkah ini diambil Rivola bukan tanpa alasan.

Performa bagus Marco Bezzecchi pada 2025, di mana ia finis ketiga dalam statistik, dengan tiga kemenangan di kantongnya, pasti telah memicu efek panggilan bagi perusahaan-perusahaan besar, yang menjajaki pasar dengan portofolio jauh lebih kuat daripada yang lain.

Seiring dengan perubahan regulasi besar-besaran yang akan terjadi pada tahun 2027, peta persaingan bursa transfer pembalap diprediksi akan memanas lebih awal dari biasanya.

Baca Juga: 
Malaysia Open 2026 Dimulai, Ganda Campuran Indonesia Tersingkir di Hari Pertama

Setelah beberapa musim mengalami masa sulit, raksasa Jepang seperti Honda dan Yamaha kini mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan melalui investasi besar-besaran dan perubahan struktur organisasi.

Rivola mengendus adanya upaya dari pabrikan-pabrikan tersebut untuk membajak talenta terbaik yang saat ini berada di bawah naungan Noale.

“Kami tidak boleh lengah. Pasar pembalap bergerak sangat dinamis, dan kami tahu ada tawaran besar yang mulai masuk dari tim lain, terutama pabrikan Jepang yang ingin kembali ke puncak,” ujar Massimo Rivola.

Bagi Rivola, menyelesaikan susunan pembalap (rider lineup) untuk proyek masa depan bukan sekadar soal kontrak, melainkan tentang stabilitas pengembangan motor.

Aprilia yang kini menjadi salah satu penantang gelar utama tidak ingin momentum mereka terganggu oleh ketidakpastian masa depan pembalapnya.

Beberapa poin krusial yang menjadi perhatian Aprilia saat ini antara lain Keamanan Proyek 2027: Menjamin pembalap yang ada tetap berkomitmen untuk transisi ke mesin 850cc.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/