27 C
Makassar
18 January 2026, 18:06 PM WITA

KNKT Sebut Pesawat ATR 42-500 Tabrak Lereng Gunung Bulusaraung

Overview

  • KNKT memastikan pesawat ATR 42-500 menabrak lereng Gunung Bulusaraung dan mengategorikan insiden tersebut sebagai Controlled Flight Into Terrain (CFIT).

  • Pesawat dinyatakan masih berada dalam kendali pilot sebelum mengalami benturan keras dengan lereng gunung di wilayah Maros.

  • Tim SAR telah menemukan titik jatuh pesawat, sementara KNKT melanjutkan investigasi untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.

SulawesiPos.com – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memastikan bahwa pesawat ATR 42-500 yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, mengalami kecelakaan setelah menabrak lereng Gunung Bulusaraung.

Kepala KNKT, Soerjanto Tjahjono, menjelaskan bahwa insiden tersebut diklasifikasikan sebagai Controlled Flight Into Terrain (CFIT), yakni kondisi ketika pesawat dalam keadaan dapat dikendalikan namun tetap mengalami tabrakan dengan permukaan darat atau lereng pegunungan.

“Kejadian ini kita namakan CFIT, controlled flight into terrain. Jadi memang pesawat nabrak bukit atau lereng (gunung) sehingga terjadi beberapa pecahan, serpihan, akibat benturan dengan lereng tadi,” ujar Soerjanto saat konferensi pers di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Minggu (18/1/2026).

Baca Juga: 
Kebakaran di Carebbu Awangpone Bone, Tiga Rumah Ludes Terbakar

Ia menambahkan, berdasarkan analisis awal, pesawat masih berada dalam kendali pilot sesaat sebelum insiden terjadi. Namun, tabrakan tersebut bukan merupakan tindakan yang disengaja.

“Jadi pesawatnya masih dalam kontrol pilotnya, tapi ya memang tidak ada masalah untuk kendali dari pesawatnya,” jelasnya.

Meski demikian, KNKT belum merinci secara pasti faktor utama penyebab kecelakaan tersebut.

Proses investigasi masih terus berlangsung dengan pengumpulan data dan analisis lanjutan dari berbagai temuan di lokasi kejadian.

Sebelumnya, tim SAR gabungan telah berhasil mengidentifikasi titik jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung.

Overview

  • KNKT memastikan pesawat ATR 42-500 menabrak lereng Gunung Bulusaraung dan mengategorikan insiden tersebut sebagai Controlled Flight Into Terrain (CFIT).

  • Pesawat dinyatakan masih berada dalam kendali pilot sebelum mengalami benturan keras dengan lereng gunung di wilayah Maros.

  • Tim SAR telah menemukan titik jatuh pesawat, sementara KNKT melanjutkan investigasi untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.

SulawesiPos.com – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memastikan bahwa pesawat ATR 42-500 yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, mengalami kecelakaan setelah menabrak lereng Gunung Bulusaraung.

Kepala KNKT, Soerjanto Tjahjono, menjelaskan bahwa insiden tersebut diklasifikasikan sebagai Controlled Flight Into Terrain (CFIT), yakni kondisi ketika pesawat dalam keadaan dapat dikendalikan namun tetap mengalami tabrakan dengan permukaan darat atau lereng pegunungan.

“Kejadian ini kita namakan CFIT, controlled flight into terrain. Jadi memang pesawat nabrak bukit atau lereng (gunung) sehingga terjadi beberapa pecahan, serpihan, akibat benturan dengan lereng tadi,” ujar Soerjanto saat konferensi pers di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Minggu (18/1/2026).

Baca Juga: 
Breaking News! Pesawat ATR Rute Jogja-Makassar Hilang Kontak di Maros

Ia menambahkan, berdasarkan analisis awal, pesawat masih berada dalam kendali pilot sesaat sebelum insiden terjadi. Namun, tabrakan tersebut bukan merupakan tindakan yang disengaja.

“Jadi pesawatnya masih dalam kontrol pilotnya, tapi ya memang tidak ada masalah untuk kendali dari pesawatnya,” jelasnya.

Meski demikian, KNKT belum merinci secara pasti faktor utama penyebab kecelakaan tersebut.

Proses investigasi masih terus berlangsung dengan pengumpulan data dan analisis lanjutan dari berbagai temuan di lokasi kejadian.

Sebelumnya, tim SAR gabungan telah berhasil mengidentifikasi titik jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/