30 C
Makassar
18 January 2026, 15:53 PM WITA

Rumah Ferry Irawan Dipadati Kerabat, Wamen KKP Pastikan Korban Pegawai KKP

Overview

  • Rumah Ferry Irawan salah satu penumpang pesawat ATR 42-500 PK-THT rute Yogyakarta–Makassar hilang kontak di kawasan Bantimurung, Maros, dipenuhi kerabat, tetangga, serta perwakilan PSDKP Kementerian Kelautan dan Perikanan.
  • Ferry berpangkat Penata Muda Tingkat I dan menjabat analis kapal pengawas KKP.
  • Wakil Menteri KKP Didit Heridiawan Asraf memastikan Ferry merupakan pegawai KKP yang menjadi salah satu penumpang pesawat ATR 42-500 dalam penerbangan misi pengawasan udara.

SulawesiPos.com, Bekasi — Suasana duka menyelimuti rumah Ferry Irawan di Jalan Haji Kunen, Kelurahan Jati Melati, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi.

Sejak Minggu (18/1/2026), kerabat, saudara, dan warga sekitar tampak silih berganti mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa.

Selain keluarga dan tetangga, perwakilan Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga terlihat hadir di kediaman korban.

Ferry Irawan diketahui berpangkat Penata Muda Tingkat I dengan jabatan Analis Kapal Pengawas di Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Ia merupakan salah satu penumpang dalam pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan hilang kontak saat penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar.

Baca Juga: 
Keluarga Ungkap Pesan Terakhir Ferry Irawan Sebelum Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak di Maros

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Heridiawan Asraf, membenarkan status Ferry sebagai pegawai KKP yang tengah menjalankan tugas negara.

“Memang betul Ferry Irawan merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia,” ujar Didit kepada awak media, Minggu (18/1/2026).

Didit menambahkan, kehadiran Ferry dalam penerbangan tersebut berkaitan dengan misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan yang rutin dilaksanakan oleh PSDKP KKP melalui patroli udara.

Hingga saat ini, pihak keluarga masih menunggu perkembangan resmi terkait proses pencarian pesawat yang ditumpangi Ferry Irawan, sementara KKP menyatakan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mendukung upaya penanganan dan investigasi.

Overview

  • Rumah Ferry Irawan salah satu penumpang pesawat ATR 42-500 PK-THT rute Yogyakarta–Makassar hilang kontak di kawasan Bantimurung, Maros, dipenuhi kerabat, tetangga, serta perwakilan PSDKP Kementerian Kelautan dan Perikanan.
  • Ferry berpangkat Penata Muda Tingkat I dan menjabat analis kapal pengawas KKP.
  • Wakil Menteri KKP Didit Heridiawan Asraf memastikan Ferry merupakan pegawai KKP yang menjadi salah satu penumpang pesawat ATR 42-500 dalam penerbangan misi pengawasan udara.

SulawesiPos.com, Bekasi — Suasana duka menyelimuti rumah Ferry Irawan di Jalan Haji Kunen, Kelurahan Jati Melati, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi.

Sejak Minggu (18/1/2026), kerabat, saudara, dan warga sekitar tampak silih berganti mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa.

Selain keluarga dan tetangga, perwakilan Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga terlihat hadir di kediaman korban.

Ferry Irawan diketahui berpangkat Penata Muda Tingkat I dengan jabatan Analis Kapal Pengawas di Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Ia merupakan salah satu penumpang dalam pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan hilang kontak saat penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar.

Baca Juga: 
Batal Hari Ini, Pemilihan Rektor Unhas 2026–2030 Diundur ke 14 Januari

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Heridiawan Asraf, membenarkan status Ferry sebagai pegawai KKP yang tengah menjalankan tugas negara.

“Memang betul Ferry Irawan merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia,” ujar Didit kepada awak media, Minggu (18/1/2026).

Didit menambahkan, kehadiran Ferry dalam penerbangan tersebut berkaitan dengan misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan yang rutin dilaksanakan oleh PSDKP KKP melalui patroli udara.

Hingga saat ini, pihak keluarga masih menunggu perkembangan resmi terkait proses pencarian pesawat yang ditumpangi Ferry Irawan, sementara KKP menyatakan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mendukung upaya penanganan dan investigasi.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/