27 C
Makassar
18 January 2026, 17:32 PM WITA

Ratusan Pedagang Kaki Lima Protes di Gowa, Keluhkan Biaya Lapak Ramadhan Fair Rp 7 Juta

Overview

  • Ratusan pedagang kaki lima di Gowa menggelar unjuk rasa memprotes tarif sewa lapak Ramadhan Fair yang mencapai Rp7 juta.

  • Aksi PKL berlangsung di kantor Bupati dan DPRD Gowa, sempat diwarnai ketegangan sebelum akhirnya ditemui anggota dewan.

  • DPRD Gowa berjanji menindaklanjuti aspirasi pedagang melalui rapat dengar pendapat dengan pihak terkait.

SulawesiPos.com – Aksi unjuk rasa ratusan pedagang kaki lima (PKL) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menjadi sorotan publik setelah videonya ramai beredar di media sosial, Kamis (15/1/2026).

Para pedagang menyuarakan keberatan terhadap tarif sewa lapak Ramadhan Fair yang dinilai terlalu tinggi, yakni mencapai Rp 7 juta per lapak, meski kegiatan tersebut digelar di fasilitas umum.

Massa aksi yang tergabung dalam Forum Peduli Pedagang Kaki Lima (FPPKL) Gowa memulai unjuk rasa di depan Kantor Bupati Gowa, lalu melanjutkan aksi ke Kantor DPRD Gowa.

Dalam aksi tersebut, sejumlah pedagang berorasi sambil membakar ban bekas, yang sempat mengganggu arus lalu lintas di sekitar lokasi.

Baca Juga: 
Polres Gowa Tetapkan Tersangka Pembalakan Ilegal Hutan Lindung Erelembang Gowa

Ramadhan Fair sendiri merupakan agenda tahunan yang biasa digelar di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Syech Yusufdan Taman Sultan Hasanuddin.

Namun, kebijakan penarikan biaya lapak oleh pengelola dinilai memberatkan dan memicu keresahan di kalangan pedagang kecil.

Ketegangan sempat terjadi karena massa aksi tidak segera ditemui oleh perwakilan pemerintah daerah maupun anggota DPRD.

Overview

  • Ratusan pedagang kaki lima di Gowa menggelar unjuk rasa memprotes tarif sewa lapak Ramadhan Fair yang mencapai Rp7 juta.

  • Aksi PKL berlangsung di kantor Bupati dan DPRD Gowa, sempat diwarnai ketegangan sebelum akhirnya ditemui anggota dewan.

  • DPRD Gowa berjanji menindaklanjuti aspirasi pedagang melalui rapat dengar pendapat dengan pihak terkait.

SulawesiPos.com – Aksi unjuk rasa ratusan pedagang kaki lima (PKL) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menjadi sorotan publik setelah videonya ramai beredar di media sosial, Kamis (15/1/2026).

Para pedagang menyuarakan keberatan terhadap tarif sewa lapak Ramadhan Fair yang dinilai terlalu tinggi, yakni mencapai Rp 7 juta per lapak, meski kegiatan tersebut digelar di fasilitas umum.

Massa aksi yang tergabung dalam Forum Peduli Pedagang Kaki Lima (FPPKL) Gowa memulai unjuk rasa di depan Kantor Bupati Gowa, lalu melanjutkan aksi ke Kantor DPRD Gowa.

Dalam aksi tersebut, sejumlah pedagang berorasi sambil membakar ban bekas, yang sempat mengganggu arus lalu lintas di sekitar lokasi.

Baca Juga: 
MA Kabulkan Kasasi Pemprov Sulsel, Aset Lahan 52 Hektare di Manggala Berhasil Diselamatkan

Ramadhan Fair sendiri merupakan agenda tahunan yang biasa digelar di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Syech Yusufdan Taman Sultan Hasanuddin.

Namun, kebijakan penarikan biaya lapak oleh pengelola dinilai memberatkan dan memicu keresahan di kalangan pedagang kecil.

Ketegangan sempat terjadi karena massa aksi tidak segera ditemui oleh perwakilan pemerintah daerah maupun anggota DPRD.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/