SulawesiPos.com – Di balik kemenangan dramatis Brasil 2-1 atas Jepang pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, tersaji momen sportivitas yang menyentuh.
Ketika penyerang Selecao, Matheus Cunha, memeluk dan memberikan kata-kata penyemangat kepada gelandang Jepang Ao Tanaka yang menangis setelah kesalahan operannya berujung pada gol kemenangan Gabriel Martinelli pada menit ke-90+6, dalam pertandingan yang berlangsung di Houston, Amerika Serikat, Selasa (30/6/2026) WITA.
Blunder Ao Tanaka Berujung Gol Kemenangan Brasil
Jepang sempat memberikan perlawanan sengit kepada lima kali juara dunia tersebut.
Namun, memasuki masa injury time, Ao Tanaka melakukan kesalahan umpan di lini tengah yang berhasil dipotong pemain Brasil.
Bola kemudian mengalir ke lini depan sebelum diselesaikan Gabriel Martinelli menjadi gol kemenangan Selecao pada menit ke-90+6.
Gol tersebut memastikan Brasil melaju ke babak 16 besar sekaligus mengakhiri perjuangan Samurai Biru di Piala Dunia 2026.
Usai peluit panjang dibunyikan, Ao Tanaka tampak tak kuasa menahan air mata.
Gelandang Leeds United itu terlihat sangat terpukul karena merasa kesalahannya menjadi awal terciptanya gol yang memastikan kekalahan Jepang.
Cunha Beri Pelukan dan Kata-kata Penyemangat
Melihat kondisi tersebut, Matheus Cunha langsung menghampiri Tanaka. Penyerang Brasil itu memeluk sang gelandang dan berusaha menguatkannya di tengah lapangan.
Dalam wawancara seusai pertandingan, Cunha mengungkapkan isi percakapannya dengan pemain berusia 27 tahun tersebut.
“Aku sudah beberapa kali berhadapan dengan Ao Tanaka. Dia adalah pemain yang luar biasa dan sudah berjuang sangat keras untuk negaranya,” kata Cunha.
Menurut Cunha, satu kesalahan tidak boleh menghapus seluruh kontribusi yang telah diberikan Tanaka untuk Timnas Jepang.
“Aku mengatakan kepadanya agar tidak pernah melupakan dampak yang sudah ia berikan untuk tim nasionalnya. Momen ini memang menyakitkan, tetapi itu tidak mengubah kualitas dirinya sebagai pemain.”
Cunha Puji Timnas Jepang
Tak hanya memberikan dukungan kepada Tanaka, Cunha juga melontarkan pujian terhadap perkembangan sepak bola Jepang.
Menurutnya, Samurai Biru kini telah berkembang menjadi salah satu tim terbaik di dunia dan layak mendapatkan penghormatan dari seluruh negara peserta Piala Dunia.
“Jepang adalah salah satu tim terbaik di dunia saat ini. Budaya sepak bola mereka luar biasa dan semua tim memiliki rasa hormat yang besar kepada mereka,” ujar Cunha.
Sempat Bersitegang dengan Kento Shiogai
Meski menunjukkan sportivitas kepada Ao Tanaka, suasana emosional seusai pertandingan membuat Cunha sempat terlibat adu argumen singkat dengan pemain Jepang Kento Shiogai.
Dalam momen tersebut, Cunha terlihat mengacungkan lima jari sebagai simbol lima gelar Piala Dunia yang dimiliki Brasil.
Gestur itu disebut sebagai respons atas komentar Shiogai sebelum pertandingan yang dinilai menyindir kekuatan skuad Brasil saat ini.
Meski demikian, ketegangan tersebut tidak berlangsung lama.
Cunha tetap menegaskan rasa hormatnya terhadap Timnas Jepang yang dinilainya telah berkembang pesat dan menjadi salah satu kekuatan sepak bola dunia.
Momen pelukan antara Matheus Cunha dan Ao Tanaka pun menuai banyak pujian dari pecinta sepak bola.
Di tengah sengitnya persaingan di Piala Dunia, tindakan Cunha dinilai menjadi contoh nyata sportivitas, empati, dan saling menghormati di atas lapangan.


