27 C
Makassar
18 January 2026, 17:44 PM WITA

Audiensi dengan PWI, Ahmad Muzani: Hati Saya Tetap Wartawan 

Overview

  • Audiensi PWI Pusat dengan Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan kembali nilai kemanusiaan dan kebenaran sebagai ruh profesi wartawan.
  • Muzani menyatakan hati dan jiwanya tetap wartawan, sementara PWI memaknai pertemuan ini sebagai penguatan peran pers menjelang HPN 2026.

SulawesiPos.com, Jakarta – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat melakukan pertemuan dengan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1/2026) sore.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan reflektif, membahas makna profesi wartawan sebagai panggilan nurani sekaligus peran pers dalam kehidupan kebangsaan.

Dalam pertemuan tersebut, Ahmad Muzani mengenang kembali perjalanannya sebagai wartawan.

Ia bercerita bahwa pada tahun 1991 dirinya mengikuti ujian menjadi wartawan muda di PWI DKI Jakarta, dengan satu pertanyaan yang hingga kini membekas kuat dalam ingatannya.

“Salah satu pertanyaannya adalah, jika dalam meliput kita menemukan kecelakaan di tengah jalan, mana yang didahulukan, membantu korban atau menulis berita?” ujar Muzani.

Ia mengaku memilih membantu korban terlebih dahulu, baru kemudian memberitakan peristiwa tersebut.

Baca Juga: 
70 Anak Terpapar Ideologi Kekerasan Ekstrem Lewat Media Sosial, Densus 88 Ungkap Polanya

Bagi Muzani, kemanusiaan harus selalu berada di atas kepentingan apa pun.

Dari proses itu, ia dinyatakan lulus sebagai wartawan muda PWI.

“Menjadi wartawan itu bukan sekadar profesi, tapi panggilan hati. Artinya memilih untuk mengatakan yang benar itu benar, dan yang salah itu salah,” tegas Ahmad Muzani yang pernah menjadi wartawan di majalah Amanah dan penyiar radio Ramako.

Menurutnya, esensi menjadi wartawan adalah memperjuangkan kebenaran dan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi.

Nilai itu, kata dia, harus terus hidup meski seseorang telah berpindah peran.

Overview

  • Audiensi PWI Pusat dengan Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan kembali nilai kemanusiaan dan kebenaran sebagai ruh profesi wartawan.
  • Muzani menyatakan hati dan jiwanya tetap wartawan, sementara PWI memaknai pertemuan ini sebagai penguatan peran pers menjelang HPN 2026.

SulawesiPos.com, Jakarta – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat melakukan pertemuan dengan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1/2026) sore.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan reflektif, membahas makna profesi wartawan sebagai panggilan nurani sekaligus peran pers dalam kehidupan kebangsaan.

Dalam pertemuan tersebut, Ahmad Muzani mengenang kembali perjalanannya sebagai wartawan.

Ia bercerita bahwa pada tahun 1991 dirinya mengikuti ujian menjadi wartawan muda di PWI DKI Jakarta, dengan satu pertanyaan yang hingga kini membekas kuat dalam ingatannya.

“Salah satu pertanyaannya adalah, jika dalam meliput kita menemukan kecelakaan di tengah jalan, mana yang didahulukan, membantu korban atau menulis berita?” ujar Muzani.

Ia mengaku memilih membantu korban terlebih dahulu, baru kemudian memberitakan peristiwa tersebut.

Baca Juga: 
Wapres Gibran Bermain Sepak Bola Bersama Anak-Anak SSB di Wamena

Bagi Muzani, kemanusiaan harus selalu berada di atas kepentingan apa pun.

Dari proses itu, ia dinyatakan lulus sebagai wartawan muda PWI.

“Menjadi wartawan itu bukan sekadar profesi, tapi panggilan hati. Artinya memilih untuk mengatakan yang benar itu benar, dan yang salah itu salah,” tegas Ahmad Muzani yang pernah menjadi wartawan di majalah Amanah dan penyiar radio Ramako.

Menurutnya, esensi menjadi wartawan adalah memperjuangkan kebenaran dan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi.

Nilai itu, kata dia, harus terus hidup meski seseorang telah berpindah peran.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/