27 C
Makassar
18 January 2026, 19:06 PM WITA

AHY Tak Hadiri Perayaan Natal Demokrat, SBY: Bagi Demokrat Negara dan Rakyat Dulu, Baru Partai

Overview:

  • SBY menegaskan prinsip “Country First, People First” sebagai kompas utama Partai Demokrat, di mana kepentingan negara harus didahulukan dari urusan internal partai.
  • Ketidakhadiran AHY di acara partai karena tugas negara dipandang SBY sebagai bentuk etika kepemimpinan yang tepat dan kepatuhan terhadap pengabdian nasional.
  • Partai Demokrat berkomitmen menjadi bagian dari solusi pemerintahan Presiden Prabowo dengan fokus pada kerukunan nasional dan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana.

SulawesiPos.com – Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan pesan mengenai etika berpolitik dalam Perayaan Natal Nasional dan Tahun Baru 2026 Partai Demokrat di Jakarta, Senin (12/01/2026) malam.

SBY menegaskan bahwa kepentingan bangsa dan pelayanan kepada masyarakat harus selalu ditempatkan di atas kepentingan organisasi kepartaian.

Pernyataan ini disampaikan SBY saat menjelaskan alasan ketidakhadiran Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam acara tersebut.

AHY diketahui sedang menjalankan tugas negara mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke Kalimantan Timur.

“Tentu bagi Demokrat country first, the people first, baru partai. Jangan dibalik. Negara dulu, rakyat dulu, baru partai,” tegas SBY di hadapan para pengurus dan kader Demokrat.

Baca Juga: 
Partai Gema Bangsa Instruksikan Kader Tanam Pohon di Rumah Sebagai Simbol Politik Hijau

SBY menekankan bahwa meskipun acara tersebut adalah agenda besar internal, tugas AHY sebagai Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan tidak boleh ditinggalkan demi urusan seremonial partai.

SBY pun bersedia hadir mewakili demi memastikan roda pemerintahan tetap berjalan optimal.

Dalam kesempatan itu, SBY juga mengukuhkan posisi AHY sebagai pimpinan tertinggi partai yang sah dan tunggal.

“Beliau pemimpin partai. Saya boleh dikatakan seorang mentor senior, mataharinya hanya satu di Partai Demokrat, Mas AHY,” ujarnya sembari memberikan ilustrasi bahwa pengabdian kepada negara adalah bentuk nyata dari jati diri kader Demokrat.

Lebih lanjut, Presiden ke-6 RI ini menginstruksikan seluruh kader agar Partai Demokrat terus bersinergi dengan visi Presiden Prabowo Subianto.

Overview:

  • SBY menegaskan prinsip “Country First, People First” sebagai kompas utama Partai Demokrat, di mana kepentingan negara harus didahulukan dari urusan internal partai.
  • Ketidakhadiran AHY di acara partai karena tugas negara dipandang SBY sebagai bentuk etika kepemimpinan yang tepat dan kepatuhan terhadap pengabdian nasional.
  • Partai Demokrat berkomitmen menjadi bagian dari solusi pemerintahan Presiden Prabowo dengan fokus pada kerukunan nasional dan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana.

SulawesiPos.com – Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan pesan mengenai etika berpolitik dalam Perayaan Natal Nasional dan Tahun Baru 2026 Partai Demokrat di Jakarta, Senin (12/01/2026) malam.

SBY menegaskan bahwa kepentingan bangsa dan pelayanan kepada masyarakat harus selalu ditempatkan di atas kepentingan organisasi kepartaian.

Pernyataan ini disampaikan SBY saat menjelaskan alasan ketidakhadiran Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam acara tersebut.

AHY diketahui sedang menjalankan tugas negara mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke Kalimantan Timur.

“Tentu bagi Demokrat country first, the people first, baru partai. Jangan dibalik. Negara dulu, rakyat dulu, baru partai,” tegas SBY di hadapan para pengurus dan kader Demokrat.

Baca Juga: 
Yusril: Pilkada via DPRD Bisa Tekan Politik Uang dan Kedepankan Kualitas Kandidat Kepala Daerah

SBY menekankan bahwa meskipun acara tersebut adalah agenda besar internal, tugas AHY sebagai Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan tidak boleh ditinggalkan demi urusan seremonial partai.

SBY pun bersedia hadir mewakili demi memastikan roda pemerintahan tetap berjalan optimal.

Dalam kesempatan itu, SBY juga mengukuhkan posisi AHY sebagai pimpinan tertinggi partai yang sah dan tunggal.

“Beliau pemimpin partai. Saya boleh dikatakan seorang mentor senior, mataharinya hanya satu di Partai Demokrat, Mas AHY,” ujarnya sembari memberikan ilustrasi bahwa pengabdian kepada negara adalah bentuk nyata dari jati diri kader Demokrat.

Lebih lanjut, Presiden ke-6 RI ini menginstruksikan seluruh kader agar Partai Demokrat terus bersinergi dengan visi Presiden Prabowo Subianto.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/