Sulawesipos.com – Hattrick Messi menjadi pusat perhatian saat Argentina mengalahkan Aljazair 3-0 pada laga Grup J Piala Dunia 2026 di Kansas City, Rabu (17/6/2026). Tiga gol Lionel Messi membuatnya menyamai rekor 16 gol Miroslav Klose, sementara unggahan FIFA World Cup menandai 20 tahun perjalanan Messi di panggung Piala Dunia.
Messi kembali menunjukkan kelasnya dengan mencetak tiga gol ke gawang lawan. Ia membawa Argentina unggul lewat tendangan jarak jauh pada babak pertama, menambah gol setelah menyambar bola pantul, lalu menuntaskan penampilan gemilangnya dengan gol ketiga melalui tembakan keras dari luar kotak penalti pada babak kedua.
Berdasarkan laporan NDTV Sports, hattrick itu membuat Messi menyamai rekor Klose sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia.
NBC Sports juga mencatat tiga gol ke gawang Aljazair merupakan gol ke-14, ke-15, dan ke-16 Messi di turnamen tersebut.
FIFA Sorot 20 Tahun Perjalanan Messi
Momen besar Messi ikut diperkuat oleh unggahan akun resmi FIFA World Cup di Instagram.
Dalam unggahan yang terlihat pada tangkapan layar, FIFA menampilkan foto Messi berseragam Argentina dengan tulisan “2026” dan keterangan “20 years of Messi ✨”.
Unggahan itu merujuk pada rentang panjang karier Messi di Piala Dunia sejak 2006 hingga 2026.
Dalam periode dua dekade itu, Messi berubah dari pemain muda Argentina menjadi ikon besar turnamen.
Konteks tersebut membuat hattrick melawan Aljazair terasa lebih kuat secara historis.
Messi bukan hanya membawa Argentina menang, tetapi juga menandai salah satu babak paling penting dalam perjalanan panjangnya bersama Albiceleste.
NBC Sports mencatat Messi juga menjadi pemain kedua setelah Cristiano Ronaldo yang mampu mencetak gol dalam lima edisi Piala Dunia berbeda.
Catatan itu mempertegas konsistensi Messi di level tertinggi sepak bola dunia.
Rekor Klose Kini Tinggal Menunggu Pecah
Dengan koleksi 16 gol, Messi kini sejajar dengan Miroslav Klose dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia.
Satu gol tambahan akan membuat Messi berdiri sendiri di puncak daftar tersebut.
Hattrick ke gawang Aljazair juga menjadi hattrick pertama Messi di Piala Dunia. Capaian itu datang pada fase karier yang semakin matang, ketika Messi hampir berusia 39 tahun.
Argentina mendapat keuntungan besar dari efektivitas sang kapten. Saat Aljazair mencoba keluar dari tekanan, Messi justru menjadi pembeda melalui penyelesaian akhir yang menentukan arah pertandingan.
Aljazair sempat melakukan perubahan pada babak kedua dengan memasukkan beberapa pemain menyerang.
Namun, upaya itu belum cukup untuk membongkar pertahanan Argentina dan menghentikan dominasi Messi.
Argentina Menang, Messi Jadi Cerita Utama
Kemenangan 3-0 memberi Argentina awal ideal dalam misi mempertahankan gelar Piala Dunia. Namun, hasil pertandingan ini tidak hanya dibaca sebagai tiga poin pembuka, melainkan juga malam besar dalam sejarah pribadi Messi.
Unggahan FIFA World Cup tentang “20 years of Messi” membuat narasi pertandingan semakin kuat.
Dari debutnya di Piala Dunia 2006 hingga hattrick di 2026, Messi tetap menjadi wajah utama Argentina di turnamen terbesar sepak bola.
Bagi Argentina, performa Messi memberi sinyal bahwa sang kapten masih bisa menentukan pertandingan besar.
Bagi Piala Dunia, malam di Kansas City menjadi pengingat bahwa perjalanan dua dekade Messi belum selesai.


