27 C
Makassar
18 January 2026, 17:29 PM WITA

Menjelajah Kawasan Adat Segeri: Bertemu Bissu, Penjaga Tradisi Bugis

SulawesiPos.com – Sulawesi Selatan bukan hanya dikenal dengan bentang alamnya yang memukau, tapi juga dengan kekayaan budaya yang luar biasa.

Tak heran provinsi ini dijuluki “The Land of Tomorrow”, karena memiliki keanekaragaman geologi, hayati, dan budaya yang unik.

Salah satu pengalaman wisata budaya yang tak boleh dilewatkan adalah berkunjung ke Kawasan Adat Segeri, tempat tinggal kaum Bissu, penjaga adat dan spiritual masyarakat Bugis.

Kawasan Segeri, yang menjadi pusat keberadaan Bissu, terletak di Kabupaten Pangkep.

Perjalanan dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di Maros memakan waktu sekitar 2,5 jam menggunakan kendaraan roda empat.

Setibanya di sana, pengunjung akan disambut rumah adat Bugis bercat coklat yang menyimpan pusaka sakral Arajang serta berbagai perlengkapan ritual yang digunakan dalam upacara adat.

Siapa Itu Bissu?

Bertemu Bissu bukan hal yang bisa dilakukan sembarangan. Pengunjung wajib meminta izin pemilik rumah apakah diperbolehkan masuk atau hanya berada di luar pagar.

Bagi wisatawan dari luar Sulawesi, disarankan membawa perantara, karena Bissu menggunakan Bahasa Bugis.

Baca Juga: 
5 Objek Wisata di Rantepao Toraja Utara yang Wajib Kamu Kunjungi

Dalam budaya Bugis kuno (Attoriolong), masyarakat mengenal lima jenis gender: oroane (pria), makkunrai (wanita), calalai (perempuan berpenampilan laki-laki), calabai (laki-laki berpenampilan perempuan), dan Bissu.

SulawesiPos.com – Sulawesi Selatan bukan hanya dikenal dengan bentang alamnya yang memukau, tapi juga dengan kekayaan budaya yang luar biasa.

Tak heran provinsi ini dijuluki “The Land of Tomorrow”, karena memiliki keanekaragaman geologi, hayati, dan budaya yang unik.

Salah satu pengalaman wisata budaya yang tak boleh dilewatkan adalah berkunjung ke Kawasan Adat Segeri, tempat tinggal kaum Bissu, penjaga adat dan spiritual masyarakat Bugis.

Kawasan Segeri, yang menjadi pusat keberadaan Bissu, terletak di Kabupaten Pangkep.

Perjalanan dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di Maros memakan waktu sekitar 2,5 jam menggunakan kendaraan roda empat.

Setibanya di sana, pengunjung akan disambut rumah adat Bugis bercat coklat yang menyimpan pusaka sakral Arajang serta berbagai perlengkapan ritual yang digunakan dalam upacara adat.

Siapa Itu Bissu?

Bertemu Bissu bukan hal yang bisa dilakukan sembarangan. Pengunjung wajib meminta izin pemilik rumah apakah diperbolehkan masuk atau hanya berada di luar pagar.

Bagi wisatawan dari luar Sulawesi, disarankan membawa perantara, karena Bissu menggunakan Bahasa Bugis.

Baca Juga: 
Menikmati Wisata Alam Sumber Air Panas Alami di Permandian Lejja Soppeng

Dalam budaya Bugis kuno (Attoriolong), masyarakat mengenal lima jenis gender: oroane (pria), makkunrai (wanita), calalai (perempuan berpenampilan laki-laki), calabai (laki-laki berpenampilan perempuan), dan Bissu.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/