27 C
Makassar
18 January 2026, 19:06 PM WITA

Hari Ini! PDIP Bakal Umumkan Sikap Politik Strategis, Nasib Pilkada dan Arah Perjuangan Jadi Sorotan Utama

Overview:

  • PDI Perjuangan dijadwalkan mengumumkan sikap politik eksternal dan internal hari ini, dengan fokus utama pada isu sistem pelaksanaan Pilkada dan tantangan politik nasional terkini.
  • Rakernas I 2026 menerapkan format baru dengan tujuh komisi kerja untuk menghasilkan kajian yang lebih mendalam dan responsif terhadap dinamika zaman.
  • Partai menggerakkan konsolidasi total hingga tingkat RT/RW, memastikan seluruh pengurus daerah segera menggelar Rakerda dan Rakercab demi soliditas struktur di akar rumput.

SulawesiPos.com – Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDI-P) dijadwalkan akan menyampaikan pernyataan resmi mengenai sikap politik partai pada hari penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I, Senin (12/1/2026).

Pernyataan tersebut merupakan kristalisasi dari pembahasan strategis yang mencakup arah kebijakan internal maupun eksternal partai, termasuk posisi formal PDI-P terhadap mekanisme pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) di Indonesia.

Ketua DPP PDI-P, Djarot Saiful Hidayat, mengonfirmasi bahwa seluruh hasil evaluasi dan rekomendasi atas isu-isu nasional yang menonjol akan dibacakan pada sesi akhir rangkaian Rakernas.

Baca Juga: 
Terungkap, Ini Tujuan Retret Kabinet Jilid II Hambalang Siang Ini

“Bagaimana sikap politik PDI Perjuangan, sikap politik eksternal dan ada sikap politik yang internal. Kami akan menyampaikan pada akhir Rakernas nanti sikap politik PDI Perjuangan terkait dengan beberapa isu yang menonjol termasuk pilkada kepala daerah,” ungkap Djarot di sela-sela agenda Rakernas, Sabtu (10/1/2026) malam.

Rakernas tahun 2026 ini tampil berbeda dengan format yang berbeda lebih dari sebelum-sebelumnya dan lebih tajam.

Jika sebelumnya pembahasan hanya dibagi ke dalam tiga komisi, kali ini PDIP membentuk tujuh komisi khusus.

Penambahan ini bertujuan agar partai dapat merespons tantangan masa depan dengan lebih substantif.

“Komisi ini lebih difokuskan, lebih substansial untuk menjawab berbagai macam tantangan-tantangan ke depan maupun isu-isu politik penting terkini,” jelas Djarot.

Selain isu eksternal, Rakernas ini menjadi mesin penggerak konsolidasi organisasi yang masif.

Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira menekankan bahwa penguatan partai tidak hanya berhenti di level provinsi (DPD) atau kabupaten/kota (DPC), melainkan dipaksa menyentuh hingga ke tingkat akar rumput.

Overview:

  • PDI Perjuangan dijadwalkan mengumumkan sikap politik eksternal dan internal hari ini, dengan fokus utama pada isu sistem pelaksanaan Pilkada dan tantangan politik nasional terkini.
  • Rakernas I 2026 menerapkan format baru dengan tujuh komisi kerja untuk menghasilkan kajian yang lebih mendalam dan responsif terhadap dinamika zaman.
  • Partai menggerakkan konsolidasi total hingga tingkat RT/RW, memastikan seluruh pengurus daerah segera menggelar Rakerda dan Rakercab demi soliditas struktur di akar rumput.

SulawesiPos.com – Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDI-P) dijadwalkan akan menyampaikan pernyataan resmi mengenai sikap politik partai pada hari penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I, Senin (12/1/2026).

Pernyataan tersebut merupakan kristalisasi dari pembahasan strategis yang mencakup arah kebijakan internal maupun eksternal partai, termasuk posisi formal PDI-P terhadap mekanisme pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) di Indonesia.

Ketua DPP PDI-P, Djarot Saiful Hidayat, mengonfirmasi bahwa seluruh hasil evaluasi dan rekomendasi atas isu-isu nasional yang menonjol akan dibacakan pada sesi akhir rangkaian Rakernas.

Baca Juga: 
Kecupan Sayang Prananda dan Puan untuk Megawati Soekarnoputri di HUT ke-53 PDIP

“Bagaimana sikap politik PDI Perjuangan, sikap politik eksternal dan ada sikap politik yang internal. Kami akan menyampaikan pada akhir Rakernas nanti sikap politik PDI Perjuangan terkait dengan beberapa isu yang menonjol termasuk pilkada kepala daerah,” ungkap Djarot di sela-sela agenda Rakernas, Sabtu (10/1/2026) malam.

Rakernas tahun 2026 ini tampil berbeda dengan format yang berbeda lebih dari sebelum-sebelumnya dan lebih tajam.

Jika sebelumnya pembahasan hanya dibagi ke dalam tiga komisi, kali ini PDIP membentuk tujuh komisi khusus.

Penambahan ini bertujuan agar partai dapat merespons tantangan masa depan dengan lebih substantif.

“Komisi ini lebih difokuskan, lebih substansial untuk menjawab berbagai macam tantangan-tantangan ke depan maupun isu-isu politik penting terkini,” jelas Djarot.

Selain isu eksternal, Rakernas ini menjadi mesin penggerak konsolidasi organisasi yang masif.

Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira menekankan bahwa penguatan partai tidak hanya berhenti di level provinsi (DPD) atau kabupaten/kota (DPC), melainkan dipaksa menyentuh hingga ke tingkat akar rumput.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/