Overview
-
Pemprov Sulsel mempercepat program preservasi jalan Paket 3 sepanjang 254,85 kilometer di 15 ruas lintas kabupaten dengan target fungsional April 2026.
-
Proyek senilai Rp478,1 miliar ini mencakup pekerjaan utama hingga penunjang, termasuk pengaspalan, rekonstruksi jalan, drainase, dan bahu jalan beton.
-
Salah satu fokus pengerjaan berada di ruas Paleteang–Malimpung–Batas Enrekang di Kabupaten Pinrang yang ditargetkan bisa digunakan lebih awal dari jadwal awal.
SulawesiPos.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memacu peningkatan kualitas infrastruktur jalan melalui program preservasi jalan Paket 3.
Program ini menyasar penanganan jalan sepanjang 254,85 kilometer yang tersebar di 15 ruas jalan lintas kabupaten, dengan target dapat difungsikan lebih awal pada April 2026.
Kepala Pelaksana Proyek Paket 3 PT Bumi Karsa, Faisal Hamka, menjelaskan bahwa total anggaran yang digelontorkan untuk paket pekerjaan ini mencapai Rp478,1 miliar.
Saat ini, seluruh ruas yang masuk dalam paket tersebut telah masuk tahap pengerjaan sesuai jadwal.
Salah satu ruas yang tengah menjadi fokus pengerjaan berada di Kabupaten Pinrang, yakni ruas Paleteang–Malimpung–Batas Enrekang sepanjang 19 kilometer.
Di lokasi ini, progres pekerjaan sudah memasuki tahapan teknis utama, mulai dari penyiapan dan perbaikan badan jalan, rekonstruksi kelas A atau primer, hingga pengaspalan di beberapa segmen.
Selain itu, pekerjaan penunjang juga turut dikerjakan, seperti pembangunan talud, pasangan batu untuk saluran drainase kecil, saluran samping, serta pengerjaan bahu jalan selebar 1,5 meter menggunakan rigid beton di sisi kiri dan kanan jalan.
“Itu yang sementara berjalan, dengan yang lain sementara on progres,” kata Faisal Hamka Minggu (11/1/2026) dilansir dari Antara.
Faisal menambahkan, seluruh ruas jalan dalam Paket 3 saat ini masih dalam tahap prgres dan dikerjakan sesuai tahapan teknis yang telah direncanakan.
Khusus untuk ruas Paleteang–Malimpung–Batas Enrekang, proyek ini sejatinya ditarget rampung pada Desember 2026. Namun, ia tetap mendorong percepatan agar dapat digunakan lebih awal pada April 2026.

