27 C
Makassar
18 January 2026, 19:05 PM WITA

Sriwijaya FC Datang ke Markas Perseka Tegal dengan Keterbatasan, Tetap Disambut Meriah Suporter

Overview

  • Sriwijaya FC menjalani laga Championship Liga 2 dengan kondisi serba terbatas saat bertandang ke markas Perseka Tegal.
  • Tim Laskar Wong Kito datang menggunakan bus dengan hanya membawa 15 pemain tanpa didampingi staf medis.
  • Kehadiran Sriwijaya FC justru mendapat sambutan meriah dan penuh sportivitas dari suporter Perseka Tegal.
  • Momen ini menjadi simbol perjuangan, profesionalisme, dan nilai kemanusiaan yang masih kuat mewarnai kompetisi sepak bola Indonesia.

SulawesiPos.com, Tegal – Sriwijaya FC menunjukkan semangat juang tinggi saat bertandang ke markas Perseka Tegal pada pertandingan Championship Liga 2.

Tim berjuluk Laskar Wong Kito itu datang ke Tegal dengan segala keterbatasan, menempuh perjalanan darat menggunakan bus, serta hanya membawa 15 pemain tanpa didampingi staf medis.

Kondisi tersebut menjadi sorotan jelang laga. Di tengah tuntutan kompetisi yang ketat, Sriwijaya FC tetap memilih hadir dan bertanding demi menjaga komitmen terhadap kompetisi Championship Liga 2.

Dengan jumlah pemain yang minim dan tanpa dukungan medis di bangku cadangan, perjuangan tim asal Sumatera Selatan itu mencerminkan profesionalisme dan keteguhan klub menghadapi situasi sulit.

Baca Juga: 
John Herdman Berpeluang Latih Timnas Indonesia, Dukungan Publik Menguat

Meski datang sebagai tim tamu dengan kondisi tidak ideal, Sriwijaya FC justru mendapat sambutan hangat dan meriah dari suporter Perseka Tegal.

Saat bus tim tiba di sekitar stadion, para pendukung tuan rumah memberikan tepuk tangan dan sorakan dukungan, menciptakan suasana penuh sportivitas yang jarang terlihat.

Sikap suporter Perseka Tegal tersebut mendapat apresiasi luas.

Rivalitas di atas lapangan tidak menghilangkan rasa saling menghormati antar sesama insan sepak bola.

Sambutan hangat itu menjadi simbol bahwa sepak bola bukan hanya soal hasil pertandingan, tetapi juga nilai kemanusiaan dan solidaritas.

Pertandingan Championship Liga 2 ini pun tidak hanya menyajikan duel antar dua tim, tetapi juga menghadirkan cerita perjuangan Sriwijaya FC di tengah keterbatasan serta contoh sportivitas dari suporter tuan rumah.

Sebuah potret yang memperkaya wajah sepak bola Indonesia.

Overview

  • Sriwijaya FC menjalani laga Championship Liga 2 dengan kondisi serba terbatas saat bertandang ke markas Perseka Tegal.
  • Tim Laskar Wong Kito datang menggunakan bus dengan hanya membawa 15 pemain tanpa didampingi staf medis.
  • Kehadiran Sriwijaya FC justru mendapat sambutan meriah dan penuh sportivitas dari suporter Perseka Tegal.
  • Momen ini menjadi simbol perjuangan, profesionalisme, dan nilai kemanusiaan yang masih kuat mewarnai kompetisi sepak bola Indonesia.

SulawesiPos.com, Tegal – Sriwijaya FC menunjukkan semangat juang tinggi saat bertandang ke markas Perseka Tegal pada pertandingan Championship Liga 2.

Tim berjuluk Laskar Wong Kito itu datang ke Tegal dengan segala keterbatasan, menempuh perjalanan darat menggunakan bus, serta hanya membawa 15 pemain tanpa didampingi staf medis.

Kondisi tersebut menjadi sorotan jelang laga. Di tengah tuntutan kompetisi yang ketat, Sriwijaya FC tetap memilih hadir dan bertanding demi menjaga komitmen terhadap kompetisi Championship Liga 2.

Dengan jumlah pemain yang minim dan tanpa dukungan medis di bangku cadangan, perjuangan tim asal Sumatera Selatan itu mencerminkan profesionalisme dan keteguhan klub menghadapi situasi sulit.

Baca Juga: 
Nasib Xabi Alonso, Cetak Sejarah Bayer Leverkusen Namun Gigit Jari di Real Madrid

Meski datang sebagai tim tamu dengan kondisi tidak ideal, Sriwijaya FC justru mendapat sambutan hangat dan meriah dari suporter Perseka Tegal.

Saat bus tim tiba di sekitar stadion, para pendukung tuan rumah memberikan tepuk tangan dan sorakan dukungan, menciptakan suasana penuh sportivitas yang jarang terlihat.

Sikap suporter Perseka Tegal tersebut mendapat apresiasi luas.

Rivalitas di atas lapangan tidak menghilangkan rasa saling menghormati antar sesama insan sepak bola.

Sambutan hangat itu menjadi simbol bahwa sepak bola bukan hanya soal hasil pertandingan, tetapi juga nilai kemanusiaan dan solidaritas.

Pertandingan Championship Liga 2 ini pun tidak hanya menyajikan duel antar dua tim, tetapi juga menghadirkan cerita perjuangan Sriwijaya FC di tengah keterbatasan serta contoh sportivitas dari suporter tuan rumah.

Sebuah potret yang memperkaya wajah sepak bola Indonesia.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/