SulawesiPos.com – Keberhasilan Crystal Palace menjuarai UEFA Conference League 2025/2026 langsung memunculkan banyak reaksi di media sosial pada Kamis, 28 Mei 2026.
Salah satu yang paling ramai diperbincangkan adalah fakta bahwa hampir setengah klub Premier League akan tampil di kompetisi Eropa musim depan — namun tanpa kehadiran Chelsea.
Postingan tersebut viral setelah akun sepak bola di media sosial menyinggung absennya The Blues dari seluruh kompetisi Eropa musim 2026/2027.
“Dengan Crystal Palace juara Conference League, mereka lolos ke Europa League musim depan. Maka hampir setengah tim Premier League akan main di kompetisi Eropa! Dan tetap tidak ada Chelsea,” tulis unggahan yang ramai dibagikan netizen.
Sindiran itu langsung memancing perdebatan panjang di kalangan fans sepak bola Inggris, terutama pendukung Chelsea dan rival-rival mereka.
Crystal Palace menjadi sorotan utama setelah berhasil menjuarai UEFA Conference League untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.
Gelar tersebut tidak hanya memberi trofi Eropa perdana bagi The Eagles, tetapi juga memastikan tiket otomatis ke UEFA Europa League musim depan.
Prestasi ini dianggap luar biasa mengingat Palace sebelumnya bukan termasuk klub yang rutin tampil di kompetisi Eropa.
Keberhasilan mereka sekaligus memperpanjang dominasi klub-klub Inggris di turnamen antarklub UEFA dalam beberapa musim terakhir.
Dengan hasil tersebut, total sembilan klub Inggris dipastikan tampil di kompetisi Eropa musim depan.
UEFA Champions League
- Arsenal
- Manchester City
- Manchester United
- Aston Villa
- Liverpool
UEFA Europa League
- Bournemouth
- Sunderland
- Crystal Palace
UEFA Conference League
- Brighton & Hove Albion
Absennya Chelsea dari daftar tersebut menjadi perhatian besar karena klub asal London itu selama bertahun-tahun dikenal sebagai langganan kompetisi Eropa.
Tidak butuh waktu lama, media sosial langsung dipenuhi meme dan candaan mengenai Chelsea.
Banyak netizen menyindir bahwa klub yang pernah menjuarai Liga Champions dan seluruh kompetisi Eropa kini justru gagal lolos ke turnamen UEFA.
Namun fans Chelsea juga membalas sindiran tersebut dengan santai.
“Yang penting sudah pernah juara semua kompetisi,” tulis salah satu komentar fans Chelsea yang ikut viral.
Pernyataan itu merujuk pada fakta bahwa Chelsea memang pernah memenangkan Liga Champions, Liga Europa, UEFA Conference League, UEFA Super Cup, hingga Piala Dunia Antarklub.
Absennya Chelsea dari kompetisi Eropa menjadi gambaran buruknya performa mereka sepanjang musim 2025/2026.
The Blues gagal bersaing di papan atas Premier League dan tampil inkonsisten sepanjang musim.
Performa lini belakang yang rapuh serta kurang tajamnya lini serang menjadi salah satu penyebab utama keterpurukan klub.
Situasi tersebut membuat tekanan terhadap manajemen dan pelatih semakin besar menjelang musim baru.
Meski Chelsea gagal lolos, Premier League tetap menunjukkan dominasinya di Eropa.
Sembilan wakil Inggris di kompetisi UEFA musim depan menjadi bukti kuatnya persaingan dan kualitas klub-klub Premier League saat ini.
Kehadiran tim-tim seperti Bournemouth, Sunderland, hingga Crystal Palace juga menunjukkan semakin meratanya kekuatan klub Inggris.
Banyak pengamat menilai Premier League kini menjadi liga dengan persaingan paling ketat di dunia karena tidak hanya didominasi klub-klub tradisional.
Kini tekanan besar berada di pundak Chelsea untuk segera bangkit pada musim depan.
Klub asal London Barat itu dipastikan harus melakukan evaluasi besar-besaran jika ingin kembali bersaing di papan atas Inggris maupun Eropa.
Fans berharap manajemen segera melakukan perombakan skuad dan memperbaiki performa tim agar tidak kembali menjadi bahan sindiran rival.
Sementara itu, keberhasilan Crystal Palace justru menjadi inspirasi bahwa klub mana pun bisa menciptakan sejarah di kompetisi Eropa jika dikelola dengan baik.

