Hujan Deras Iringi Kebakaran Rumah Pasutri Lansia di Rappocini Makassar

SulawesiPos.com – Rumah dua lantai milik pasangan suami istri lanjut usia hangus dilalap api di Jalan Monumen Emmy Saelan III, Kecamatan Rappocini, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Senin siang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran terjadi sekitar pukul 13.57 Wita.

Saat peristiwa berlangsung, hujan deras tengah mengguyur kawasan tersebut. Pasangan lansia pemilik rumah diketahui masih berada di dalam rumah dalam kondisi sakit-sakitan.

Pemilik rumah, H Hanafi Ceppe bersama istrinya yang merupakan warga asal Jerman dan kini telah menjadi Warga Negara Indonesia, berhasil diselamatkan oleh warga sekitar saat api mulai membesar.

“Tadi waktu kebakaran yang ada dalam rumah dua orang (pasutri), orang tua, semua lansia. Jadi dibantu sama warga keluar (rumahnya),” tutur saksi Nirma, penghuni kos DD Oma yang berdampingan dengan lokasi kejadian kepada wartawan.

Menurut Nirma, kebakaran pertama kali diketahui oleh warga yang berada di bengkel di depan rumah korban.

Aktivitas bengkel yang ramai membuat asap di bagian atap rumah cepat terpantau sebelum api membesar. Warga kemudian mengevakuasi kedua penghuni rumah melalui sisi bangunan.

BACA JUGA: 
Satu Rumah di Bontoduri Hangus Terbakar, Damkarmat Kerahkan 14 Armada

“Di depan rumah ramai karena ada bengkel, dari situ ada yang lihat asap di atap rumah. Warga lewat samping rumah, lalu evakuasi dua orang itu keluar rumah,” katanya.

“Tidak lama, pemadam datang. Apinya besar sekali (ke atap), lama terbakar sampai ada pemadam. Kebakaran tadi saat hujan deras. Seandainya tidak hujan, mungkin merembes sampai ke kos,” ucapnya lagi.

Saksi lain, Maghfira, yang juga penghuni kos di sekitar lokasi, mengaku tengah tertidur ketika kebakaran terjadi.

Ia terbangun setelah mendengar keributan dan pintu kamarnya didobrak warga untuk meminta seluruh penghuni segera keluar.

“Saya lagi tidur, terus ada yang dobrak kamar. Terus disuruh keluar sama warga, karena kebakaran rumah di samping. Semua penghuni kamar kos diminta keluar. Terus saya ke depan bawa barang yang bisa dibawa,” ucapnya.

Komandan Peleton 3 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Makassar, Andi Haris, mengatakan laporan kebakaran diterima posko pada siang hari. Objek yang terbakar merupakan satu unit rumah permanen dua lantai.

BACA JUGA: 
Api Pertama Kali Terlihat dari Atap, Rumah Sekcam Amali di Bengo Ludes Terbakar karena Korsleting Listrik

Sebanyak 10 unit armada pemadam diterjunkan, terdiri dari dua regu dari Mako, empat unit dari Posko Timur, serta satu unit rescue, dengan total 36 personel yang dikerahkan untuk memadamkan api.

Api berhasil dikendalikan sekitar 30 menit setelah petugas tiba di lokasi. Curah hujan yang tinggi turut membantu mencegah api merambat ke bangunan lain, dibantu pula oleh partisipasi warga sekitar.

“Untuk penyebabnya sementara masih dalam penyelidikan. Korban jiwa belum ada, luka juga tidak ada. Api dikuasai setengah jam setelah tim Damkar di lokasi kejadian,” paparnya.

SulawesiPos.com – Rumah dua lantai milik pasangan suami istri lanjut usia hangus dilalap api di Jalan Monumen Emmy Saelan III, Kecamatan Rappocini, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Senin siang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran terjadi sekitar pukul 13.57 Wita.

Saat peristiwa berlangsung, hujan deras tengah mengguyur kawasan tersebut. Pasangan lansia pemilik rumah diketahui masih berada di dalam rumah dalam kondisi sakit-sakitan.

Pemilik rumah, H Hanafi Ceppe bersama istrinya yang merupakan warga asal Jerman dan kini telah menjadi Warga Negara Indonesia, berhasil diselamatkan oleh warga sekitar saat api mulai membesar.

“Tadi waktu kebakaran yang ada dalam rumah dua orang (pasutri), orang tua, semua lansia. Jadi dibantu sama warga keluar (rumahnya),” tutur saksi Nirma, penghuni kos DD Oma yang berdampingan dengan lokasi kejadian kepada wartawan.

Menurut Nirma, kebakaran pertama kali diketahui oleh warga yang berada di bengkel di depan rumah korban.

Aktivitas bengkel yang ramai membuat asap di bagian atap rumah cepat terpantau sebelum api membesar. Warga kemudian mengevakuasi kedua penghuni rumah melalui sisi bangunan.

BACA JUGA: 
Pesta Ballo Berujung Maut, Polisi Tetapkan Rekan Korban sebagai Tersangka Penganiayaan

“Di depan rumah ramai karena ada bengkel, dari situ ada yang lihat asap di atap rumah. Warga lewat samping rumah, lalu evakuasi dua orang itu keluar rumah,” katanya.

“Tidak lama, pemadam datang. Apinya besar sekali (ke atap), lama terbakar sampai ada pemadam. Kebakaran tadi saat hujan deras. Seandainya tidak hujan, mungkin merembes sampai ke kos,” ucapnya lagi.

Saksi lain, Maghfira, yang juga penghuni kos di sekitar lokasi, mengaku tengah tertidur ketika kebakaran terjadi.

Ia terbangun setelah mendengar keributan dan pintu kamarnya didobrak warga untuk meminta seluruh penghuni segera keluar.

“Saya lagi tidur, terus ada yang dobrak kamar. Terus disuruh keluar sama warga, karena kebakaran rumah di samping. Semua penghuni kamar kos diminta keluar. Terus saya ke depan bawa barang yang bisa dibawa,” ucapnya.

Komandan Peleton 3 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Makassar, Andi Haris, mengatakan laporan kebakaran diterima posko pada siang hari. Objek yang terbakar merupakan satu unit rumah permanen dua lantai.

BACA JUGA: 
Penjual Rambutan Tertimpa Pohon Tumbang di Makassar, Selamat Berkat Evakuasi Warga dan Damkar

Sebanyak 10 unit armada pemadam diterjunkan, terdiri dari dua regu dari Mako, empat unit dari Posko Timur, serta satu unit rescue, dengan total 36 personel yang dikerahkan untuk memadamkan api.

Api berhasil dikendalikan sekitar 30 menit setelah petugas tiba di lokasi. Curah hujan yang tinggi turut membantu mencegah api merambat ke bangunan lain, dibantu pula oleh partisipasi warga sekitar.

“Untuk penyebabnya sementara masih dalam penyelidikan. Korban jiwa belum ada, luka juga tidak ada. Api dikuasai setengah jam setelah tim Damkar di lokasi kejadian,” paparnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru