SulawesiPos.com – Pesta perayaan gelar juara Ligue 1 musim 2026 milik Paris Saint-Germain (PSG) harus diwarnai dengan situasi yang tidak biasa.
Otoritas Sepak Bola Profesional Prancis (LFP) terpaksa menggelar upacara penyerahan trofi juara di pinggir lapangan dan dilakukan sebelum pertandingan (kick-off) dimulai pada Senin dinihari (18/05/2026).
Kondisi ini terjadi menyusul adanya penolakan dari klub tetangga, Paris FC, selaku tim tuan rumah pada laga tersebut, serta terkendala izin keamanan dari Kepolisian Paris terkait rencana alternatif perayaan.
Paris FC Tolak Upacara di Tengah Lapangan Usai Laga
Sedianya, LFP berencana mengadakan seremoni penyerahan piala Champions 2026 secara megah di tengah lapangan setelah peluit panjang berbunyi.
Namun, rencana tersebut langsung mentah setelah manajemen Paris FC secara resmi menolak permintaan tersebut.
Pihak Paris FC beralasan bahwa mereka telah mengagendakan acara internal tersendiri tepat setelah pertandingan berakhir.
Klub berjuluk Les Parisiens tersebut ingin fokus menggelar acara penghormatan (tribute) khusus untuk menyapa pendukungnya sendiri, sehingga tidak bisa membagi waktu dan fasilitas stadion dengan seremoni juara rival sekota mereka.
Akibat keputusan tegas dari Paris FC, LFP tidak memiliki pilihan lain selain memajukan jadwal penyerahan piala ke pinggir lapangan sesaat sebelum para pemain memulai pertandingan.
Sebelum skenario pinggir lapangan diambil, pihak manajemen PSG sebenarnya tidak tinggal diam.
Sadar ruang gerak mereka terbatas di markas Paris FC, raksasa Prancis tersebut sempat melayangkan usulan alternatif untuk memindahkan seluruh rangkaian pesta perayaan gelar ke stadion kebanggaan mereka sendiri, Parc des Princes.
Kebetulan, letak geografis kedua stadion tersebut memang saling berdekatan.
PSG berharap para pendukungnya (Ultras Paris) bisa merayakan pencapaian juara tersebut dengan atmosfer yang lebih intim di rumah sendiri.
Namun, harapan itu langsung pupus setelah pihak Kepolisian Paris menolak memberikan lampu hijau.
Pihak berwenang tidak mengeluarkan izin keramaian untuk Parc des Princes dengan pertimbangan faktor keamanan yang tinggi serta kendala logistik yang dinilai sangat berisiko untuk menggelar perayaan massal pada malam hari.
Meski diterpa berbagai kendala birokrasi dan ruang gerak, para penggawa PSG serta kelompok suporter setianya tetap menyambut trofi Ligue 1 2026 ini dengan penuh suka cita, membuktikan dominasi mereka yang masih belum tergoyahkan di kasta tertinggi sepak bola Prancis.

