SulawesiPos.com – Persiba Balikpapan akhirnya memastikan diri tetap bertahan di Liga 2 musim depan setelah meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Persekat Tegal dalam laga playoff degradasi Pegadaian Championship 2025/2026, Jumat (8/5/2026).
Duel penuh tensi tinggi yang berlangsung di Stadion Trisanja, Slawi, itu diwarnai kartu merah, kontroversi VAR, hingga gol yang dianulir pada menit-menit akhir pertandingan.
Kemenangan tersebut menjadi penyelamat bagi Beruang Madu dari ancaman turun kasta ke Liga 3 Indonesia.
Sebaliknya, hasil pahit harus diterima Persekat Tegal yang resmi terdegradasi setelah gagal memanfaatkan status tuan rumah.
Sejak awal pertandingan, kedua tim tampil agresif karena sama-sama membawa misi hidup mati.
Persiba tampil lebih efektif dan berhasil membuka keunggulan pada menit ke-17 lewat aksi Sabda.
Gol bermula dari serangan cepat di sisi kanan yang mampu dimaksimalkan dengan penyelesaian tenang di depan gawang Persekat.
Gol tersebut membuat permainan semakin terbuka.
Persekat yang tertinggal mulai meningkatkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan.
Beberapa peluang sempat tercipta melalui bola mati dan tusukan dari sisi sayap, namun lini belakang Persiba tampil cukup disiplin hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, laga berubah semakin panas.
Persiba harus bermain dengan 10 orang setelah Arrahim menerima kartu merah langsung pada menit ke-61.
Wasit menilai sang pemain melakukan handball yang menggagalkan peluang berbahaya Persekat.
Keunggulan jumlah pemain langsung dimanfaatkan oleh tim tuan rumah.
Persekat akhirnya mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-67 lewat gol Syahertian yang memanfaatkan kemelut di depan gawang Persiba.
Stadion Trisanja pun bergemuruh menyambut gol penyeimbang tersebut.
Namun momentum Persekat ternyata tidak bertahan lama.
Hanya dua menit berselang, Persiba kembali mengejutkan tuan rumah melalui gol cepat Nofiansyah.
Berawal dari skema serangan balik, lini pertahanan Persekat gagal mengantisipasi pergerakan pemain Persiba sehingga skor kembali berubah menjadi 2-1 untuk keunggulan tim tamu.
Gol tersebut membuat pertandingan semakin emosional.
Persekat terus menekan demi mencari gol penyama kedudukan, sementara Persiba lebih banyak bertahan dan mengandalkan serangan balik cepat.
Drama terbesar terjadi pada menit ke-87 ketika Persekat sempat mencetak gol yang membuat publik stadion bersorak histeris.
Namun setelah pengecekan VAR, wasit memutuskan menganulir gol tersebut karena dianggap terjadi pelanggaran dalam proses serangan.
Keputusan itu memicu protes keras dari para pemain Persekat dan suporter yang hadir di stadion.
Pertandingan sempat terhenti beberapa menit akibat ketegangan di lapangan. Meski demikian, keputusan wasit tetap tidak berubah.
Hingga peluit panjang dibunyikan, Persiba berhasil mempertahankan keunggulan 2-1.
Para pemain Persiba langsung merayakan keberhasilan mereka bertahan di Liga 2 dengan penuh emosional.
Sebaliknya, pemain Persekat tampak terpukul karena harus menerima kenyataan pahit turun ke Liga 3 musim depan.
Hasil ini menjadi evaluasi besar bagi Persekat Tegal yang sebenarnya memiliki dukungan suporter luar biasa sepanjang musim.
Inkonsistensi performa dan lemahnya penyelesaian akhir menjadi faktor utama kegagalan mereka bertahan di kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia.
Di sisi lain, Persiba Balikpapan patut mendapat apresiasi karena mampu menunjukkan mental bertanding yang kuat di laga penentuan.
Bermain dengan 10 orang tidak membuat mereka kehilangan fokus, bahkan tetap mampu mencetak gol kemenangan di tengah tekanan besar tuan rumah.
Kemenangan dramatis ini sekaligus menjaga asa Persiba untuk kembali bangkit dan bersaing di papan atas Liga 2 musim mendatang.
Dengan sejarah besar yang dimiliki klub asal Kalimantan Timur tersebut, keberhasilan bertahan menjadi modal penting untuk melakukan pembenahan skuad pada musim depan.

