SulawesiPos.com – Imam Masjid As-Salam bernama Ahmad mengalami penganiayaan oleh sekelompok remaja di Benteng, Palopo. Korban melaporkan kejadian ke pihak berwenang, namun hingga kini belum menunjukkan perkembangan berarti.
Empat hari setelah peristiwa yang terjadi pada 29 April 2026, aparat kepolisian belum juga mengamankan terduga pelaku.
Padahal, korban telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Wara.
Tidak hanya itu, rekaman kamera pengawas (CCTV) juga telah diserahkan sebagai barang bukti pendukung laporan.
Kapolsek Wara, AKP Syarief Sikati, saat dikonfirmasi pada Minggu (3/5/2026), membenarkan bahwa laporan tersebut tengah ditangani pihaknya. “Ya, laporannya sudah diproses,” ujarnya singkat.
Meski demikian, Syarief belum mengungkap identitas terduga pelaku. Ia hanya menyebut bahwa pihak kepolisian telah melayangkan undangan klarifikasi.
“Hasil lidik, terduga pelaku sudah diberikan undangan klarifikasi,” jelasnya.
Situasi ini memicu pertanyaan di tengah masyarakat mengenai keseriusan aparat dalam menangani perkara tersebut, terlebih pelaku penganiayaan terhadap seorang tokoh agama masih belum ditahan.
Syarief menambahkan bahwa proses penyelidikan saat ini masih menunggu keterangan resmi dari rumah sakit tempat korban menjalani perawatan.
“Kami masih menunggu hasil verifikasi dari rumah sakit,” katanya.
Sementara itu, Ahmad mengungkapkan bahwa insiden tersebut diduga bermula dari persoalan sepele.
Ia sebelumnya menegur sejumlah remaja yang menggunakan pengeras suara masjid di luar waktu ibadah karena dinilai mengganggu.
Peristiwa bermula saat Ahmad keluar dari area masjid. Tiba-tiba, seorang perempuan paruh baya datang sambil menunjuk-nunjuk ke arahnya dan diduga memprovokasi warga sekitar.
Tak berselang lama, situasi berubah panas. Ahmad mengaku diserang secara mendadak dari arah belakang.
Ia sempat berupaya menghindar, namun terjatuh setelah tersandung tumpukan pasir di lokasi kejadian.
Saat terjatuh itulah, beberapa orang diduga langsung melakukan pengeroyokan
. “Saya dipukul bertubi-tubi. Dada saya diinjak, bahkan ada yang pakai batu bata,” ungkap Ahmad.
Akibat penganiayaan tersebut, Ahmad mengalami luka robek di bagian pelipis, lebam di wajah dan kepala, serta merasakan nyeri di bagian dada.
Kondisi ini membuat kasus tersebut mendapat sorotan luas dari masyarakat yang menuntut kejelasan dan keadilan hukum.

