SulawesiPos.com – Seorang pria lanjut usia berinisial CD (80) yang ditemukan meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran gubuk di Kecamatan Manggala, Makassar, diketahui merupakan seorang pemulung yang hidup sebatang kara.
Korban diduga meninggal dunia saat kebakaran terjadi pada dini hari. CD diketahui tinggal seorang diri di gubuk sederhana yang berada di area lahan kosong.
Peristiwa kebakaran tersebut terjadi di Jalan Nipa-Nipa Lama, Kelurahan Antang, pada Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 04.30 Wita.
Lokasi gubuk berada cukup jauh dari permukiman warga dan hanya dapat dijangkau melalui jalan setapak.
“Untuk kejadian ini belum bisa dipastikan apakah murni kebakaran yang menyebabkan korban meninggal dunia. Kami masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut,” ujar Kapolsek Manggala Kompol Semuel To’longan dalam keterangannya, Jumat (10/4).
Jenazah korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dan diduga terbakar hebat hingga hanya tersisa kerangka.
Ditemukan Saat Gubuk Sudah Rata Dilalap Api
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh seorang saksi perempuan berinisial SNG pada Jumat pagi sekitar pukul 06.30 Wita.
Saat hendak mencuci di sumur yang berada tidak jauh dari lokasi, saksi mendapati gubuk tersebut telah rata dengan tanah akibat dilalap api.
Personel Bhabinkamtibmas Kelurahan Antang, Aiptu Sulkifli, bersama warga setempat segera mendatangi lokasi dan memadamkan sisa api yang masih menyala.
Dalam proses tersebut, petugas menemukan jenazah yang diduga merupakan pemilik gubuk.
“Kepolisian masih mendalami penyebab pasti kebakaran tersebut, termasuk kemungkinan adanya faktor lain di balik insiden ini,” kata Semuel.
Untuk kepentingan penyelidikan, tim forensik Dokpol Polda Sulawesi Selatan bersama Inafis Polrestabes Makassar telah melakukan olah tempat kejadian perkara.
Setelah proses tersebut selesai, jenazah korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Makassar.

