24 C
Makassar
18 January 2026, 20:04 PM WITA

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 18 Februari 2026

0SulawesiPos.com – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu (18/2/2026).

Keputusan ini tertuang dalam Maklumat Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah.

Penetapan awal puasa tersebut dilakukan melalui metode hisab hakiki wujudul hilal yang berpedoman pada prinsip, syarat, dan parameter Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Metode ini menjadi rujukan utama Muhammadiyah dalam menentukan waktu-waktu ibadah secara astronomis.

“Menurut hisab hakiki wujudul hilal, posisi bulan sudah memenuhi syarat sehingga 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026,” demikian isi maklumat PP Muhammadiyah.

PP Muhammadiyah menjelaskan, penggunaan KHGT bertujuan untuk menghadirkan sistem kalender Islam yang bersifat global, konsisten, dan ilmiah.

Kalender ini telah divalidasi menggunakan data astronomi modern serta diresmikan dalam sebuah forum akademik di Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta.

Dengan sistem KHGT, Muhammadiyah tidak lagi bergantung pada metode rukyatul hilal (pengamatan langsung bulan), melainkan mengedepankan perhitungan ilmiah berbasis astronomi yang memungkinkan kepastian penanggalan jauh hari sebelumnya.

Baca Juga: 
70 Anak Terpapar Ideologi Kekerasan Ekstrem Lewat Media Sosial, Densus 88 Ungkap Polanya

Tak hanya menetapkan awal Ramadan, dalam maklumat yang sama PP Muhammadiyah juga menetapkan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah jatuh pada Jumat (20/1/2026).

Penetapan ini diperkuat dengan penggunaan HisabMu, perangkat hisab digital yang dikembangkan Muhammadiyah untuk meningkatkan akurasi dan transparansi perhitungan kalender Hijriah.

0SulawesiPos.com – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu (18/2/2026).

Keputusan ini tertuang dalam Maklumat Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah.

Penetapan awal puasa tersebut dilakukan melalui metode hisab hakiki wujudul hilal yang berpedoman pada prinsip, syarat, dan parameter Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Metode ini menjadi rujukan utama Muhammadiyah dalam menentukan waktu-waktu ibadah secara astronomis.

“Menurut hisab hakiki wujudul hilal, posisi bulan sudah memenuhi syarat sehingga 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026,” demikian isi maklumat PP Muhammadiyah.

PP Muhammadiyah menjelaskan, penggunaan KHGT bertujuan untuk menghadirkan sistem kalender Islam yang bersifat global, konsisten, dan ilmiah.

Kalender ini telah divalidasi menggunakan data astronomi modern serta diresmikan dalam sebuah forum akademik di Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta.

Dengan sistem KHGT, Muhammadiyah tidak lagi bergantung pada metode rukyatul hilal (pengamatan langsung bulan), melainkan mengedepankan perhitungan ilmiah berbasis astronomi yang memungkinkan kepastian penanggalan jauh hari sebelumnya.

Baca Juga: 
Puasa 2026 Berapa Hari Lagi? Ini Jadwal Muhammadiyah, NU, dan Pemerintah

Tak hanya menetapkan awal Ramadan, dalam maklumat yang sama PP Muhammadiyah juga menetapkan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah jatuh pada Jumat (20/1/2026).

Penetapan ini diperkuat dengan penggunaan HisabMu, perangkat hisab digital yang dikembangkan Muhammadiyah untuk meningkatkan akurasi dan transparansi perhitungan kalender Hijriah.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/