24 C
Makassar
18 January 2026, 20:45 PM WITA

Perayaan Natal Nasional 2025, Prabowo Tekankan Persatuan dan Kerja Sama

SulawesiPos.com – Di hadapan ribuan jemaah perayaan Natal Nasional yang berlangsung di Jakarta, Senin (05/01/2026), Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sebuah orasi politik yang mendalam mengenai persatuan.

Prabowo menegaskan bahwa mandat yang ia emban sejak pelantikan bukan lagi milik satu golongan, melainkan milik seluruh rakyat dari Sabang sampai Merauke.

Ia menekankan bahwa Indonesia hanya bisa menjadi bangsa besar jika para pemimpinnya mampu menanggalkan ego sektoral demi kepentingan bersama.

Salah satu poin paling menarik dalam pidato tersebut adalah pandangan Prabowo mengenai posisi oposisi.

Baginya, persatuan nasional tidak harus berarti penghapusan perbedaan posisi politik.

Ia secara terbuka menyatakan bahwa kerja sama membangun bangsa tetap bisa dilakukan meskipun sebuah partai tidak berada di dalam kabinet.

“Bersatu tidak berarti semua harus masuk pemerintah, tidak. PDI-P boleh di luar, boleh, tapi kerja sama,” tegas Prabowo dalam sambutannya.

Prabowo juga menyinggung dukungannya terhadap figur dari spektrum politik yang berbeda.

“Saya dukung Pramono jadi Gubernur DKI, betul,” ucapnya.

Baca Juga: 
Hasto Kristiyanto: Rakernas Ancol Jadi Tempat Penegasan Sikap Politik Partai

Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga menepis kekhawatiran publik mengenai kemungkinan diskriminasi program pemerintah berdasarkan hasil perolehan suara di Pemilu.

SulawesiPos.com – Di hadapan ribuan jemaah perayaan Natal Nasional yang berlangsung di Jakarta, Senin (05/01/2026), Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sebuah orasi politik yang mendalam mengenai persatuan.

Prabowo menegaskan bahwa mandat yang ia emban sejak pelantikan bukan lagi milik satu golongan, melainkan milik seluruh rakyat dari Sabang sampai Merauke.

Ia menekankan bahwa Indonesia hanya bisa menjadi bangsa besar jika para pemimpinnya mampu menanggalkan ego sektoral demi kepentingan bersama.

Salah satu poin paling menarik dalam pidato tersebut adalah pandangan Prabowo mengenai posisi oposisi.

Baginya, persatuan nasional tidak harus berarti penghapusan perbedaan posisi politik.

Ia secara terbuka menyatakan bahwa kerja sama membangun bangsa tetap bisa dilakukan meskipun sebuah partai tidak berada di dalam kabinet.

“Bersatu tidak berarti semua harus masuk pemerintah, tidak. PDI-P boleh di luar, boleh, tapi kerja sama,” tegas Prabowo dalam sambutannya.

Prabowo juga menyinggung dukungannya terhadap figur dari spektrum politik yang berbeda.

“Saya dukung Pramono jadi Gubernur DKI, betul,” ucapnya.

Baca Juga: 
Partai Buruh Tolak Pilkada Melalui DPRD, Tawarkan Regulasi dalam UU Pemilu Diperkuat

Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga menepis kekhawatiran publik mengenai kemungkinan diskriminasi program pemerintah berdasarkan hasil perolehan suara di Pemilu.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/