27 C
Makassar
18 January 2026, 19:06 PM WITA

Menyusuri Jejak Sejarah Balla Lompoa Ri Gowa, Istana Raja yang Kini Jadi Museum Budaya

SulawesiPos.com — Balla Lompoa Ri Gowa bukan sekadar bangunan tua yang berdiri kokoh di Sungguminasa, Kabupaten Gowa.

Rumah panggung megah yang kini dikenal sebagai Museum Balla Lompoa itu merupakan saksi bisu perjalanan panjang Kerajaan Gowa hingga bertransformasi menjadi bagian dari pemerintahan modern.

Terletak di Jalan KH. Wahid Hasyim, Balla Lompoa dulunya adalah istana resmi Raja Gowa dan pusat pemerintahan kerajaan.

Dari bangunan inilah berbagai keputusan penting kerajaan pernah diambil sebelum akhirnya fungsi istana berubah seiring berakhirnya sistem monarki.

Dibangun sebagai Istana Raja Gowa

Balla Lompoa Ri Gowa dibangun pada 1936 sebagai kediaman Raja Gowa ke-36, I Mangi Mangi Daeng Matutu Karaeng Bontonompo, yang bergelar Sultan Muhammad Tuhir Muhibuddin.

Pembangunan istana ini sekaligus menandai perubahan sistem pemerintahan Kerajaan Gowa pada masa orderofdeling, ketika Gowa terbagi dalam 13 adat gemeenschaps.

Sebelum Balla Lompoa berdiri, pusat aktivitas pemerintahan kerajaan berada tak jauh dari lokasi sekarang, tepatnya di kawasan yang kini menjadi bekas kantor Bupati Gowa dan telah berubah menjadi deretan ruko.

Baca Juga: 
Menjelajah Fort Rotterdam, Benteng Bersejarah di Jantung Kota Makassar

Setelah Raja Gowa ke-35 wafat pada 1946, tampuk kekuasaan beralih kepada putranya, Andi Ijo Daeng Mattawang Karaeng Lalolang.

Ia kemudian dikenal sebagai Raja Gowa terakhir dengan gelar Sultan Muhammad Abdul Qadir Aididdin.

SulawesiPos.com — Balla Lompoa Ri Gowa bukan sekadar bangunan tua yang berdiri kokoh di Sungguminasa, Kabupaten Gowa.

Rumah panggung megah yang kini dikenal sebagai Museum Balla Lompoa itu merupakan saksi bisu perjalanan panjang Kerajaan Gowa hingga bertransformasi menjadi bagian dari pemerintahan modern.

Terletak di Jalan KH. Wahid Hasyim, Balla Lompoa dulunya adalah istana resmi Raja Gowa dan pusat pemerintahan kerajaan.

Dari bangunan inilah berbagai keputusan penting kerajaan pernah diambil sebelum akhirnya fungsi istana berubah seiring berakhirnya sistem monarki.

Dibangun sebagai Istana Raja Gowa

Balla Lompoa Ri Gowa dibangun pada 1936 sebagai kediaman Raja Gowa ke-36, I Mangi Mangi Daeng Matutu Karaeng Bontonompo, yang bergelar Sultan Muhammad Tuhir Muhibuddin.

Pembangunan istana ini sekaligus menandai perubahan sistem pemerintahan Kerajaan Gowa pada masa orderofdeling, ketika Gowa terbagi dalam 13 adat gemeenschaps.

Sebelum Balla Lompoa berdiri, pusat aktivitas pemerintahan kerajaan berada tak jauh dari lokasi sekarang, tepatnya di kawasan yang kini menjadi bekas kantor Bupati Gowa dan telah berubah menjadi deretan ruko.

Baca Juga: 
Traveling ke Sulsel Jangan Pulang Tanpa Oleh-Oleh Ikonik Ini!

Setelah Raja Gowa ke-35 wafat pada 1946, tampuk kekuasaan beralih kepada putranya, Andi Ijo Daeng Mattawang Karaeng Lalolang.

Ia kemudian dikenal sebagai Raja Gowa terakhir dengan gelar Sultan Muhammad Abdul Qadir Aididdin.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/