SulawesiPos.com – Sejumlah remaja di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, membuat suasana sahur lebih meriah dengan menggelar patrol sahur unik.
Mereka berjalan kaki menyusuri gang-gang sambil mengenakan kostum pengantar pengantin khas adat Makassar, diiringi tabuhan drum untuk membangunkan warga agar siap sahur dan kuat menjalani puasa Ramadan.
Kreativitas Remaja Tidung Mariolo Community
Patrol sahur ini digelar oleh para remaja yang tergabung dalam Tidung Mariolo Community.
Setiap malam, mereka menyusuri jalan dan gang di Kampung Tidung Mariolo, Kelurahan Tidung, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar.
Dengan pelantang suara dan alat musik seadanya, mereka membangunkan warga sambil menyanyikan lagu “Sahur-sahur ayo kita sahur.”
Warga yang menyaksikan aksi ini pun tak jarang ikut membantu membangunkan tetangga lainnya.
Setiap malam, para remaja berganti kostum, mulai dari murid sekolah dasar, mak-mak berdaster, dokter dan perawat rumah sakit, hingga pakaian hantu. Kali ini, mereka mengenakan pakaian adat Makassar.
“Tema pada dini hari ini adalah mengantar pengantin, kostum kita tiap hari berganti. Rutenya di sekitar Tidung Mariolo, masuk gang-gang,” ujar Naslan, seorang anggota patrol sahur, Kamis (12/3/2026) dini hari.
Hiburan dan Sedekah dalam Satu Aksi
Selain menghibur, patrol sahur ini juga bertujuan membangunkan warga untuk bersantap sahur di bulan Ramadan.
Tidak jarang, para remaja mendapatkan saweran dari warga yang mereka lewati.
Uang hasil saweran ini kemudian dikumpulkan untuk disumbangkan kepada panti asuhan, masjid, warga sekitar yang membutuhkan, serta untuk anggota patrol sahur itu sendiri.
“Biasa juga dikasih saweran sama warga. Hasilnya kita kumpulkan dan dibagikan ke anak-anak yatim piatu dan teman-teman,” tambah Naslan.
Kegiatan gerebek sahur ini sudah dimulai delapan tahun lalu, berawal dari inisiatif para remaja untuk membangunkan warga.
Berkat banyaknya permintaan, kegiatan ini pun dilakukan secara rutin hingga sekarang. Patrol sahur biasanya dimulai sejak awal Ramadan dan berakhir pada malam takbiran.
“Kami sudah mulai dari 2019. Ke depannya, mungkin kami akan berpikir bagaimana cara membangunkan warga dengan cara yang lebih kreatif,” tutupnya.

