27 C
Makassar
27 February 2026, 17:48 PM WITA

Ekonomi Bone Tumbuh 6,03 Persen, Tertinggi Dalam Enam Tahun Terakhir

SulawesiPos.com – Satu tahun memimpin, Bupati dan Wakil Bupati Bone, H Andi Asman Sulaiman S.Sos., M.M dan H Andi Akmal Pasluddin mencatat prestasi membanggakan.

Keduanya berhasil membawa Bone mencapai pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sulsel dalam enam tahun terakhir.

Bahkan, pertumbuhan ekonomi Bone tahun 2025 menembus angka 6,03 persen, tertinggi kedua di Sulsel setelah Makassar.

Pertumbuhan ekonomi Bone
Pertumbuhan ekonomi Bone

Sekedar gambaran, pertumbuhan ekonomi Bone tahun 2020 minus 0,25 persen, kemudian tahun 2021 sebesar 5,53 persen, tahun 2022 senilai 5,23 persen, tahun 2023 sejumlah 3,77 persen, tahun 2024 5,56 persen, dan tahun 2025 sebesar 6,03 persen.

Tingginya pertumbuhan ekonomi Bone, tidak lepas dari besarnya uang yang beredar di daerah ini.

Tercatat atas dasar harga berlaku, pendapatan domestik regional bruto (PDRB) mencapai 54,21 Triliun. Kemudian, atas dasar harga konstan, PDRB-nya 28,45 Triliun.

“Alhamdulillah, secara nilai absolut, kita di urutan kedua setelah Kota Makassar,” kata Bupati Bone, H Andi Asman Sulaiman S.Sos., M.M kepada wartawan SulawesiPos.com, Jumat (27/2/2026).

Bupati mengatakan, selain besarnya anggaran pusat dan provinsi berupa infrastruktur, pertumbuhan ekonomi juga dengan besarnya dana CSR yang masuk ke Bone.

“Kemudian, penyumbang kedua itu program IP300. Melalui program ini, pendapatan petani meningkat, ditambah harga gabah (beras) yang berpihak ke petani,” tukasnya.

Kemudian penyumbang ketiga lanjut Bupati, sektor pertanian jagung.

Kemudian, program makan bergizi gratis penyumbang ketiga yang menekankan konsumsi pangan bahan berbasis lokal.

Juga penyerapan tenaga kerja lokal sehingga perputaran uang di Kabupaten Bone cukup tinggi.

“Penyumbang pertumbuhan ekonomi lainnya, yakni sektor UMKM. Alhamdulillah, UMKM di Bone tumbuh. Contoh di taman Arung Palakka, perputaran uang di sana sangat tinggi. Parkirnya saja, Bone bisa mendapatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Rp200 juta,” tukasnya.

Penyumbang berikutnya, yakni sektor peternakan, termasuk realisasi KUR.

“Bone bahkan terbesar kedua realisasi KUR di Sulsel. Berdasarkan data per Desember 2025, Bone menjadi salah satu daerah dengan penyaluran KUR tertinggi di Sulawesi Selatan, menembus angka Rp1,7 triliun hingga awal tahun 2026, terutama didominasi sektor pertanian,” tutupnya. (kar)

SulawesiPos.com – Satu tahun memimpin, Bupati dan Wakil Bupati Bone, H Andi Asman Sulaiman S.Sos., M.M dan H Andi Akmal Pasluddin mencatat prestasi membanggakan.

Keduanya berhasil membawa Bone mencapai pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sulsel dalam enam tahun terakhir.

Bahkan, pertumbuhan ekonomi Bone tahun 2025 menembus angka 6,03 persen, tertinggi kedua di Sulsel setelah Makassar.

Pertumbuhan ekonomi Bone
Pertumbuhan ekonomi Bone

Sekedar gambaran, pertumbuhan ekonomi Bone tahun 2020 minus 0,25 persen, kemudian tahun 2021 sebesar 5,53 persen, tahun 2022 senilai 5,23 persen, tahun 2023 sejumlah 3,77 persen, tahun 2024 5,56 persen, dan tahun 2025 sebesar 6,03 persen.

Tingginya pertumbuhan ekonomi Bone, tidak lepas dari besarnya uang yang beredar di daerah ini.

Tercatat atas dasar harga berlaku, pendapatan domestik regional bruto (PDRB) mencapai 54,21 Triliun. Kemudian, atas dasar harga konstan, PDRB-nya 28,45 Triliun.

“Alhamdulillah, secara nilai absolut, kita di urutan kedua setelah Kota Makassar,” kata Bupati Bone, H Andi Asman Sulaiman S.Sos., M.M kepada wartawan SulawesiPos.com, Jumat (27/2/2026).

Bupati mengatakan, selain besarnya anggaran pusat dan provinsi berupa infrastruktur, pertumbuhan ekonomi juga dengan besarnya dana CSR yang masuk ke Bone.

“Kemudian, penyumbang kedua itu program IP300. Melalui program ini, pendapatan petani meningkat, ditambah harga gabah (beras) yang berpihak ke petani,” tukasnya.

Kemudian penyumbang ketiga lanjut Bupati, sektor pertanian jagung.

Kemudian, program makan bergizi gratis penyumbang ketiga yang menekankan konsumsi pangan bahan berbasis lokal.

Juga penyerapan tenaga kerja lokal sehingga perputaran uang di Kabupaten Bone cukup tinggi.

“Penyumbang pertumbuhan ekonomi lainnya, yakni sektor UMKM. Alhamdulillah, UMKM di Bone tumbuh. Contoh di taman Arung Palakka, perputaran uang di sana sangat tinggi. Parkirnya saja, Bone bisa mendapatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Rp200 juta,” tukasnya.

Penyumbang berikutnya, yakni sektor peternakan, termasuk realisasi KUR.

“Bone bahkan terbesar kedua realisasi KUR di Sulsel. Berdasarkan data per Desember 2025, Bone menjadi salah satu daerah dengan penyaluran KUR tertinggi di Sulawesi Selatan, menembus angka Rp1,7 triliun hingga awal tahun 2026, terutama didominasi sektor pertanian,” tutupnya. (kar)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/