SulawesiPos.com – Prakiraan cuaca di wilayah Sulawesi Selatan pada Kamis (26/2/2026), didominasi kondisi berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang di sejumlah daerah.
Pada pagi hari, cuaca umumnya berawan. Namun, hujan ringan berpotensi terjadi di Gowa, Jeneponto, Kepulauan Selayar, Makassar, Maros, Pangkep, dan Takalar.
Memasuki siang hingga sore hari, sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan diprakirakan mengalami hujan ringan.
Sementara itu, hujan sedang berpotensi mengguyur Gowa, Makassar, Maros, Pangkep, dan Takalar.
Adapun wilayah Enrekang, Palopo, Parepare, Pinrang, Sidrap, Tana Toraja, dan Wajo diprediksi berawan.
Pada malam hari, cuaca kembali didominasi berawan dengan potensi hujan ringan di Barru, Gowa, Jeneponto, Kepulauan Selayar, Makassar, Maros, Pangkep, dan Takalar.
Sementara pada dini hari, kondisi berawan masih berlanjut. Hujan ringan berpotensi terjadi di Barru, Jeneponto, dan Soppeng.
Sedangkan hujan sedang diprakirakan turun di Gowa, Makassar, Maros, Pangkep, dan Takalar.
Prakiraan Suhu-Kelembapan
Suhu Udara: 19 – 32°C
Kelembapan Udara: 70 – 100 %
Arah Angin: Barat – Timur Laut/ 10 – 40 km/jam
Peringatan Dini
Masyarakat diimbau waspada terhadap potensi angin kencang, khususnya di wilayah bagian barat dan selatan Sulawesi Selatan.
Warga yang beraktivitas di luar ruangan disarankan untuk memantau perkembangan cuaca terkini serta berhati-hati saat berkendara di tengah hujan guna mengantisipasi jalan licin dan jarak pandang terbatas.
Hujan Deras Akibatkan Banjir di Makassar
Hujan deras mengguyur Makassar, Sulawesi Selatan sejak dini hari kemarin, Selasa (24/2/2026) mengakibatkan banjir di sejumlah titik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat ketinggian air di tiga lokasi satu meter.
“Personel kami telah melakukan evakuasi terhadap warga yang membutuhkan pertolongan, melakukan asesmen cepat, serta memastikan tidak ada korban jiwa,” ujar Kepala BPBD Makassar, Muhammad Fadli dalam keterangannya, Selasa (24/2/2026).
Genangan air kembali terjadi di kawasan yang selama ini dikenal sebagai daerah rawan banjir, terutama di Kecamatan Manggala dan Kecamatan Biringkanaya.
Karenanya, sebanyak 545 warga terpaksa mengungsi akibat banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Makassar.

