Minyak Tawon.
SulawesiPos.com — Berkunjung ke Makassar, Sulawesi Selatan, belum lengkap tanpa membawa pulang buah tangan.
Pilihan oleh-oleh yang tersedia pun tidak terbatas pada makanan yang benar-benar berasal dari Kota Makassar.
Sejumlah kuliner dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan juga mudah ditemukan di pusat oleh-oleh Makassar.
Jenisnya beragam, mulai dari kue tradisional, camilan, sambal, sirup, hingga kopi yang relatif praktis dibawa dalam perjalanan. Berikut 16 oleh-oleh yang bisa dibeli saat berkunjung ke Makassar.
Lombok Kuning merupakan sambal khas Makassar yang memiliki cita rasa pedas dengan aroma bawang putih.
Salah satu produk yang dikenal adalah Lombok Kuning Simpati yang diproduksi di Kota Makassar dan telah dipasarkan melalui toko oleh-oleh.
Lombok Kuning Simpati dibuat dari cabai rawit dan bahan lainnya dengan resep yang telah diwariskan.
Produk ini dikemas dalam botol sehingga praktis dibawa sebagai buah tangan bagi pencinta makanan pedas.
Bolu Rampah merupakan salah satu produk oleh-oleh yang tersedia di Makassar.
The Bolu Rampah menyebut produknya sebagai oleh-oleh khas Makassar dan menyediakan berbagai pilihan bolu serta kue untuk dibawa pulang.
Varian original Bolu Rampah memiliki karakter rasa dari kayu manis dan gula merah.
Produk ini dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang mencari kue dengan cita rasa manis dan aroma rempah.
Sirup markisa menjadi salah satu buah tangan yang banyak dikaitkan dengan Sulawesi Selatan.
Salah satu yang dikenal adalah sirup markisa Malino yang banyak dijual di toko oleh-oleh Makassar.
Sirup ini memiliki cita rasa manis dan asam khas buah markisa. Bahan utamanya berasal dari buah markisa yang banyak dibudidayakan di kawasan dataran tinggi Sulawesi Selatan sehingga cocok dibawa pulang dalam bentuk kemasan botol.
Deppa Tori merupakan kue tradisional yang dikenal sebagai kuliner khas Toraja.
Meski berasal dari daerah tersebut, kue ini juga dapat ditemukan di toko oleh-oleh Makassar.
Kue ini dibuat dari tepung beras dan gula merah atau gula kelapa, kemudian diberi wijen pada permukaannya. Teksturnya renyah dengan cita rasa manis sehingga praktis dijadikan camilan maupun buah tangan.
Bannang-bannang merupakan kue tradisional Sulawesi Selatan yang bentuknya menyerupai benang kusut.
Kue ini dibuat dari tepung beras dan gula merah atau gula kelapa, kemudian digoreng hingga menghasilkan tekstur renyah.
Bannang-bannang juga memiliki kaitan dengan tradisi Bugis-Makassar dan kerap disajikan dalam acara adat, termasuk pernikahan. Karena berbentuk kering dan mudah dikemas, kue ini banyak dijadikan oleh-oleh dari Makassar.
Baruasa merupakan kue tradisional yang berasal dari masyarakat Bugis dan dikenal luas di Sulawesi Selatan. Kue ini berbahan dasar kelapa, tepung beras, gula, dan telur yang kemudian dibentuk kecil-kecil dan dipanggang.
Teksturnya kering dan renyah dengan perpaduan rasa manis serta gurih dari kelapa. Baruasa juga mudah ditemukan di toko oleh-oleh Makassar sehingga cocok dibawa pulang dalam kemasan.
Kacang sembunyi merupakan camilan berbahan kacang tanah yang dibalut adonan tipis kemudian digoreng. Bagian luarnya dilapisi karamel sehingga menghasilkan perpaduan rasa gurih dan manis.
Namanya berasal dari kacang tanah yang seolah-olah bersembunyi di dalam balutan adonan. Camilan ini banyak tersedia di toko oleh-oleh Makassar dan relatif praktis dibawa selama perjalanan.
Kacang disko merupakan camilan berbahan kacang tanah yang dibalut adonan berbumbu.
Setelah digoreng, lapisan luarnya menghasilkan tekstur renyah dengan bentuk yang khas.
Camilan ini banyak ditemukan di toko oleh-oleh Makassar dan dikenal sebagai salah satu makanan ringan yang populer di Sulawesi Selatan.
Karena berbentuk kering, kacang disko dapat menjadi pilihan buah tangan yang mudah dibawa.
Sirup DHT merupakan salah satu produk yang cukup ikonik sebagai oleh-oleh dari Makassar. Sirup berwarna merah ini memiliki cita rasa pisang ambon dan biasa digunakan sebagai pelengkap es buah maupun pisang ijo.
DHT mudah ditemukan di toko oleh-oleh Makassar, bahkan juga tersedia di sejumlah toko atau warung. Kemasannya dalam botol membuat sirup ini praktis dibawa pulang selama perjalanan.
Kopi Toraja berasal dari kawasan Toraja, tetapi telah menjadi salah satu pilihan oleh-oleh yang banyak dicari wisatawan ketika berkunjung ke Sulawesi Selatan. Kopi ini juga tersedia di berbagai pusat oleh-oleh di Kota Makassar.
Kopi Toraja dikenal memiliki karakter cita rasa dan aroma yang khas. Produk kopi tersedia dalam berbagai bentuk dan jenis sehingga dapat dipilih sesuai selera pencinta kopi sebelum dibawa pulang.
Putu kacang merupakan kue kering tradisional yang telah lama dikenal dalam kuliner Makassar. Kue ini juga kerap disajikan sebagai hidangan untuk tamu dan dijadikan oleh-oleh.
Putu kacang dibuat dari tepung kacang hijau yang dicampur gula, kemudian dicetak menggunakan cetakan khusus dan dikeringkan. Bentuknya dapat berupa persegi maupun bulat dengan motif pada permukaannya.
Kerupuk jintan merupakan kue kering yang dikenal di Sulawesi Selatan dengan cita rasa gurih dan manis. Bahan pembuatannya antara lain tepung terigu, gula, margarin, santan, serta jintan hitam.
Kue ini mudah ditemukan di berbagai tempat di Sulawesi Selatan, termasuk toko oleh-oleh dan supermarket. Bentuknya yang kering membuat kerupuk jintan cukup praktis dijadikan buah tangan.
Baje canggoreng merupakan kue tradisional Sulawesi Selatan berbahan dasar kacang tanah dan gula merah.
Camilan ini memiliki perpaduan rasa manis dan gurih dengan tekstur yang padat.
Baje canggoreng juga cukup praktis dikemas dan dibawa pulang sebagai buah tangan.
Produk ini dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin mencoba sekaligus membawa pulang jajanan tradisional Sulawesi Selatan.
Bolu cukke merupakan kue kering khas Bugis yang terbuat dari tepung beras dan gula merah. Kue ini memiliki tekstur bagian luar yang kering dengan cita rasa manis dari gula merah.
Bolu cukke sejak dahulu dikenal sebagai bekal para perantau karena dapat bertahan lama. Kue ini juga kerap dijadikan oleh-oleh untuk keluarga sehingga cocok menjadi pilihan buah tangan dari Sulawesi Selatan.
Minyak Tawon merupakan salah satu produk yang kerap masuk dalam daftar oleh-oleh dari Makassar. Produk ini dikenal sebagai minyak gosok tradisional dan tersedia dalam berbagai ukuran kemasan.
Kemasannya yang berbentuk botol membuat minyak gosok ini mudah dibawa sebagai buah tangan. Produk tersebut dapat menjadi pilihan oleh-oleh nonmakanan bagi wisatawan yang ingin membawa pulang produk yang telah lama dikenal di Sulawesi Selatan.
Roti Maros berasal dari Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, tetapi dapat menjadi pilihan oleh-oleh ketika berkunjung ke kawasan Makassar dan sekitarnya. Roti ini memiliki bentuk menyerupai roti sobek dengan isian selai srikaya atau selai kaya.
Teksturnya lembut dengan rasa manis dari selai yang menjadi isiannya. Roti Maros juga disebut cocok dijadikan oleh-oleh karena dapat bertahan untuk dibawa dalam perjalanan.