Categories: Travel

Dari Pemasok Ikan di Pelelangan, Abi Daeng Jiwa Rintis Warung Ikan Bakar BukuJuku Langganan Pejabat

SulawesiPos.com – Perjalanan warung ikan bakar BukuJuku di Makassar memperlihatkan bagaimana pengalaman sebagai pemasok ikan segar bisa berubah menjadi bisnis kuliner yang dikenal luas.

Dirintis Abi Daeng Jiwa alias Irfan Taufiq (46) dari warung kecil di samping tembok kampus Poltekkes, Jalan Wijaya Kusuma, Banta-bantaeng,  2017 lalu, usaha ini kini tumbuh di lokasi yang lebih strategis di Jalan Hertasning dan memiliki pelanggan dari masyarakat umum hingga tokoh politik Sulawesi Selatan.

Ikan bakar BukuJuku bergabung dengan Pallubasa Hertasning, samping kafe Black Canyon.

Abi tumbuh di lingkungan Pelelangan Ikan Rajawali, lingkungan yang membuatnya akrab dengan kualitas hasil tangkapan laut sejak lama.

“Saya asli anak Lelong (Pelelangan), sering diistilahkan Alber atau anak lelong bawa ember, besar dengan mengangkat ikan hasil laut nelayan,” tutur Abi.

Sebelum membuka warung sendiri, Abi lebih dulu meniti usaha sebagai penyuplai ikan segar untuk sejumlah restoran seafood di Makassar.

Pengalaman itu kemudian menjadi modal penting saat ia memutuskan membuka warung ikan bakar segar dengan bahan baku yang ia pilih sendiri.

Selama sembilan tahun membangun pasar dari titik awal yang sederhana, usaha ini perlahan berkembang. Perpindahan ke Jalan Hertasning menandai fase baru BukuJuku sebagai UMKM kuliner lokal yang mampu bersaing di tengah padatnya pilihan tempat makan di Makassar.

Ada cerita tersendiri di balik nama BukuJuku. Nama yang dalam bahasa Makassar berarti tulang ikan itu disebut merupakan pemberian salah satu pelanggan setianya, Anggota DPR RI Syamsu Rizal atau Deng Ical.

Langganan Tokoh, Jual 30 Kilogram Ikan per Hari

Pelanggan BukuJuku datang dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, karyawan, hingga pejabat dan tokoh politik.

Selain Syamsu Rizal, warung ini disebut kerap dikunjungi Anggota DPRD Sulsel Fadli Ananda, Ketua Golkar Sulsel Ilham Arief Sirajuddin, dan mantan Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang.

Abi yang juga salah satu anggota Jemaah Tabligh di Makassar, menjadikan BukuJuku tempat favorit rekan-rekannya sesama Jemaah.

Konsistensi kesegaran bahan baku menjadi salah satu kekuatan utama BukuJuku. Dalam sehari, warung ini rata-rata mampu menjual hingga 30 kilogram ikan segar, dengan pilihan jenis seperti Kaneke atau kakap balong, Sunu atau kerapu, Cepa, Katamba, Masanging, hingga cumi.

Selain dibakar, ikan dan cumi di warung ini juga bisa dipesan dalam olahan kuah woku. BukuJuku melengkapi menunya dengan sejumlah bumbu dan sambal khas, seperti sambal kacang campur mangga muda, bumbu kacang klasik, parape, dan rica-rica.

Meski dikenal oleh pelanggan dari kalangan pejabat, Abi tetap mempertahankan harga yang terjangkau ala UMKM. Seporsi sajian ikan segar di BukuJuku dibanderol mulai Rp40.000 hingga Rp75.000, sudah termasuk nasi hangat dan sayur khas Makassar. Warung ini beroperasi setiap hari dari pukul 10.00 WITA sampai 22.00 WITA.

Perjalanan BukuJuku menunjukkan bahwa ketelitian membaca kualitas bahan baku, pengalaman memahami pasar, dan konsistensi menjaga rasa masih menjadi modal penting bagi UMKM lokal untuk tumbuh di peta kuliner Makassar.

MN Abdurrahman

Share
Published by
MN Abdurrahman
Tags: Hertasning Ilham Arief SIrajuddin kuliner Makassar Makassar Syamsu Rizal UMKM