SulawesiPos.com – Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, memiliki banyak destinasi wisata alam yang menarik untuk dijelajahi, salah satunya Puncak Lima Jari yang berada di Dusun Mico, Desa Pattimpa, Kecamatan Ponre.
Destinasi ini menawarkan keindahan perbukitan dengan ketinggian sekitar 247 meter di atas permukaan laut serta panorama alam hijau yang membentang luas, menjadikannya pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin melepas penat dari rutinitas harian.
Lokasi Puncak Lima Jari berjarak kurang lebih 17 kilometer dari pusat Kota Watampone dan dapat ditempuh sekitar 30 menit menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Akses menuju Desa Pattimpa terbilang mudah karena kondisi jalan utama sudah beraspal dengan baik, sehingga perjalanan terasa nyaman hingga mendekati area wisata.
Dari arah Kota Bone, pengunjung akan menemukan penanda menuju Puncak Lima Jari di sisi kanan jalan sebelum masuk ke lorong kecil sebagai jalur akses lanjutan.
Kendaraan roda empat hanya bisa mencapai area lereng bukit karena jalur menuju puncak berupa jalan tanah yang sempit, tidak rata, dan berpotensi licin saat hujan, sementara kendaraan roda dua masih bisa melintas hingga titik tertentu.
Dari lereng bukit, pengunjung harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki melewati jalur setapak dengan kemiringan sekitar 30 derajat.
Jalur ini cukup menantang dan menguras tenaga, terutama bagi pengunjung yang jarang beraktivitas fisik, namun tetap aman dilalui dengan kehati-hatian dan persiapan yang memadai.
Sesampainya di puncak, rasa lelah selama perjalanan langsung terbayar oleh suguhan panorama alam yang memanjakan mata.
Hamparan perbukitan hijau yang luas menciptakan suasana sejuk dan menenangkan, sangat cocok bagi wisatawan yang ingin menjauh sejenak dari kesibukan pekerjaan dan paparan layar gawai.
Puncak Lima Jari juga dikenal sebagai destinasi favorit kalangan anak muda karena menyediakan banyak spot foto yang Instagramable.
Ikon paling menonjol adalah instalasi berbentuk telapak tangan manusia yang menjadi ciri khas kawasan ini, sekaligus latar foto yang paling sering diburu pengunjung.
Selain ikon utama tersebut, kawasan wisata ini juga dilengkapi dengan gazebo untuk beristirahat, spot jendela dunia, serta area bertema cinta yang kerap dijadikan lokasi berfoto.
Keberadaan fasilitas ibadah seperti musala dan toilet umum turut menambah kenyamanan pengunjung selama menikmati suasana alam di puncak bukit.
Tak hanya menawarkan keindahan alam, Puncak Lima Jari juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung yang membuat pengalaman wisata semakin lengkap.
Pengunjung dapat menikmati panggung terbuka yang sering dimanfaatkan untuk hiburan musik, baik sekadar bersantai maupun bermain musik bersama teman-teman tanpa dipungut biaya tambahan.
Ketersediaan listrik di kawasan ini membuat suasana malam tetap terang dan aman, dengan lampu penerangan terpasang di sepanjang jalur menuju puncak.
Selain itu, pengunjung tidak perlu khawatir kelaparan atau kehausan karena tersedia kedai yang menjual aneka makanan ringan dan minuman kekinian.
Biaya masuk ke Puncak Lima Jari tergolong terjangkau bagi semua kalangan, sementara pengunjung yang ingin berkemah dan bermalam dikenakan tarif tambahan.
Kawasan wisata ini dikelola oleh pemuda setempat di bawah naungan pemerintah desa dan Dinas Pariwisata Bone, dengan penekanan pada pengelolaan berbasis komunitas dan pelestarian lingkungan.
Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan bersama, pengunjung diimbau mematuhi aturan yang berlaku, termasuk larangan membuang sampah sembarangan serta membawa benda berbahaya seperti senjata tajam, minuman keras, dan narkoba.
Dengan pengelolaan yang tertib dan alam yang masih asri, Puncak Lima Jari layak menjadi salah satu destinasi unggulan wisata alam di Kabupaten Bone.