Sebanyak 150 ASN Pemkab Maros mengikuti bimtek pengelolaan APBD di Makassar
SulawesiPos.com – Sebanyak 150 aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Maros mengikuti bimbingan teknis (bimtek) pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan menghadirkan dua pejabat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai pemateri.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Dalton, Makassar, pada Rabu-Kamis (14–15/10/2026) tersebut difokuskan pada peningkatan kompetensi ASN dalam perencanaan dan pelaksanaan anggaran daerah agar lebih efektif, efisien, dan akuntabel.
Dua pejabat Kemendagri yang dihadirkan sebagai pemateri ialah Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Agus Fatoni dan Direktur Perencanaan Anggaran Daerah Rikie.
Keduanya memberikan penguatan materi mengenai tata kelola keuangan daerah sesuai ketentuan yang berlaku.
Bupati Maros Chaidir Syam mengapresiasi kehadiran kedua pejabat tersebut karena peserta dapat memperoleh materi secara langsung dari pihak yang menangani kebijakan keuangan daerah di tingkat pusat.
Menurut Chaidir, peningkatan kapasitas ASN menjadi bagian penting dalam memperbaiki pengelolaan APBD Kabupaten Maros, sehingga pelaksanaan program pemerintah daerah dapat berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Maros, Andi Sri Wahyuni AB, mengatakan peserta bimtek berasal dari sejumlah unsur yang terlibat dalam pengelolaan anggaran daerah.
Mereka meliputi kepala perangkat daerah, camat, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), kepala subbagian program, serta sejumlah pejabat administrator yang berkaitan dengan pengelolaan APBD.
“Bimtek ini bertujuan meningkatkan kompetensi ASN, khususnya dalam pengelolaan APBD agar lebih efisien, efektif, dan akuntabel,” ujar Andi Sri Wahyuni.
Chaidir juga mengapresiasi Sekretaris Daerah Maros selaku Ketua TAPD atas perannya dalam proses penyusunan hingga pelaksanaan APBD.
Ia berharap seluruh peserta menerapkan materi yang diperoleh dalam tugas masing-masing agar penggunaan anggaran berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.
Dengan peningkatan kompetensi tersebut, pengelolaan APBD diharapkan tidak hanya tertib secara administratif, tetapi juga mendukung program pembangunan dan kepentingan masyarakat Kabupaten Maros.