BMKG mencatat jarak pandang di Bandara Sultan Hasanuddin sekitar 5 kilometer akibat haze pada Minggu (11/10/2026). dok/ilustrasi
SulawesiPos.com – Kabut asap atau haze menyelimuti kawasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, sejak Jumat (9/10/2026) dan menurunkan jarak pandang menjadi sekitar 5 kilometer pada Minggu (11/10/2026).
BMKG menyebut kondisi udara kabur itu masih berpotensi terjadi beberapa hari ke depan karena belum turun hujan di sekitar bandara.
Senior Forecaster BMKG Sultan Hasanuddin, Dofiali Dwi, mengatakan angin di kawasan bandara bertiup dari arah barat dengan kecepatan hingga 15 kilometer per jam.
“Untuk kondisi saat ini di Bandara Hasanuddin, umumnya angin bertiup baratan dengan kecepatan sampai 15 km/jam. Untuk visibility 5 km dengan kondisi cuaca haze,” kata Dofiali, Minggu.
Dalam kondisi cuaca cerah, jarak pandang horizontal di kawasan bandara biasanya mencapai sekitar 10 kilometer.
Menurut Dofiali, haze merupakan kondisi udara kabur yang membuat jarak pandang berkurang hingga 5 kilometer atau kurang.
Berkurangnya jarak pandang berpotensi memengaruhi aktivitas penerbangan.
Namun, BMKG belum dapat memastikan apakah kondisi tersebut berdampak langsung terhadap jadwal keberangkatan maupun kedatangan pesawat.
Dofiali mengatakan koordinasi terus dilakukan bersama AirNav Indonesia, Angkasa Pura, dan maskapai.
Informasi cuaca di kawasan Bandara Sultan Hasanuddin juga diperbarui setiap 30 menit sebagai bahan pemantauan kondisi penerbangan.
Data pengamatan METAR Bandara Sultan Hasanuddin yang tercatat pada sekitar pukul 13.30 Wita turut menunjukkan jarak pandang 5.000 meter dengan kode cuaca HZ atau haze.
BMKG memperkirakan kondisi udara kabur masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Faktor yang memengaruhi antara lain belum adanya hujan di kawasan bandara dan kemarau panjang yang masih berlangsung.
“Untuk keadaan haze masih berpotensi terjadi beberapa hari ke depan karena memang belum ada hujan yang terjadi di bandara,” ujar Dofiali.
Kondisi jarak pandang dan cuaca di bandara akan terus dipantau melalui pembaruan berkala serta koordinasi dengan pihak terkait.