BMKG memprakirakan cuaca Sulsel 6 Oktober 2026 cerah berawan. Sejumlah daerah waspada angin kencang dan udara panas, Gowa siaga.
SulawesiPos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Selasa (6/10/2026) didominasi kondisi cerah berawan sepanjang hari.
Cuaca cerah berawan diprakirakan terjadi pada pagi, siang hingga sore, malam, hingga dini hari.
Meski demikian, BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi angin kencang dan udara panas di sejumlah wilayah Sulsel.
Potensi angin kencang diwaspadai terjadi di Bantaeng, Barru, Bone, Enrekang, Gowa, Jeneponto, Pangkep, Parepare, Pinrang, Sidrap, Soppeng, Takalar, dan Wajo.
Sementara itu, potensi udara panas diwaspadai di Barru, Bone, Bulukumba, Enrekang, Jeneponto, Kepulauan Selayar, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Makassar, Maros, Palopo, Parepare, Pinrang, Sidrap, Soppeng, Takalar, dan Wajo.
Khusus Kabupaten Gowa, BMKG menetapkan status siaga potensi udara panas.
Adapun suhu udara di Sulsel diprakirakan berada pada kisaran 16 hingga 37 derajat Celsius, dengan kelembapan udara 51 hingga 100 persen.
Angin bertiup dari arah utara hingga tenggara dengan kecepatan 11-37 kilometer per jam.
Di sisi lain, kualitas udara di Makassar dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir terpantau berada pada kategori sedang hingga kurang sehat.
BMKG menyebut kondisi tersebut berpotensi berkaitan dengan partikel asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terbawa perubahan arah angin.
Prakirawan BMKG, Asriani Idrus, mengatakan pemantauan kualitas udara dilakukan melalui pengamatan di Stasiun Klimatologi (Staklim) Maros.
Dari pemantauan indikator PM2.5, kondisi udara di Maros dan wilayah sekitarnya, termasuk Makassar, mengalami perubahan dari kategori sedang hingga kurang sehat.
Menurut Asriani, konsentrasi PM2.5 cenderung meningkat pada malam hingga pagi hari. Kondisi tersebut biasanya mulai membaik ketika memasuki siang hari.
“Yang kurang sehatnya itu biasanya terjadi pada dini hari, tengah malam, hingga pagi hari sampai jam 11. Nah, pas jam 12 itu sudah kembali (normal),” ujarnya kepada wartawan di kantor BMKG Sulsel, Sabtu (3/10/2026).
Dengan kondisi tersebut, masyarakat di wilayah yang berpotensi mengalami udara panas maupun kualitas udara kurang sehat diimbau memperhatikan kondisi lingkungan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila diperlukan.