Categories: Sulsel

Ribuan Orang Antar Aris Sanda ke Peristirahatan Terakhir,Warga Nduga: Dia Sudah Seperti Orang Nduga

SulawesiPos.com – Ribuan warga menghadiri pemakaman terakhir Aris Sanda di Tongkonan Kalintiong, Lembang Tampan Bonga, Kecamatan Bangkelekila, Toraja Utara, Rabu (23/9/2026).

Sopir asal Toraja yang tewas dalam penembakan kelompok bersenjata di Papua Pegunungan itu dikenang bukan hanya oleh keluarga di kampung halaman, tetapi juga masyarakat Nduga yang selama bertahun-tahun mengandalkan jasanya.

Aris diantar ke tempat peristirahatan terakhir melalui prosesi adat Toraja.

Keluarga menyiapkan sekitar 20 ekor babi dan enam kerbau untuk rangkaian pemakaman tersebut.

Proses pemakaman terakhir Aris Sanda di Tongkonan Kalintiong, Lembang Tampan Bonga, Kecamatan Bangkelekila, Toraja Utara, Rabu (23/9/2026) setelah menjadi korban penembakan di jalur Trans Nduga-Wamena, Papua Pegunungan. dok/ist

“Sekitar 20 babi dan 6 kerbau yang dipotong,” kata Ronyanto P Tangkeallo, keluarga Aris, saat menghadiri penghormatan terakhir di Tongkonan Kalintiong, Rabu (23/9/2026).

Warga Nduga Kehilangan Sosok yang Melayani Bertahun-tahun

Kehadiran warga dari berbagai daerah membuat lokasi pemakaman dipadati pelayat.

Mereka datang untuk membantu prosesi sekaligus memberikan penghormatan terakhir kepada Aris.

Namun, duka atas kematian Aris juga datang dari Nduga, wilayah yang selama ini ia layani sebagai sopir rute Wamena-Nduga.

Warga setempat mengenang Aris sebagai pengemudi yang membawa bahan makanan, mama-mama yang hendak berjualan, serta anak-anak yang bepergian dari Wamena.

“Baru kemarin kami dengar sopir kami ditembak di Habema. Sopir itu bukan orang Toraja saja, bukan pendatang saja. Bagi kami masyarakat kecil di Nduga, dia sudah seperti orang Nduga,” kata Oholiba Lokbere Samoana, warga Nduga.

Oholiba mengatakan Aris telah bertahun-tahun melayani kebutuhan transportasi masyarakat di wilayah pegunungan tersebut.

“Sudah berapa tahun dia layani kami, bawa makanan kami, bawa mama-mama jualan, bawa anak-anak kami dari Wamena ke Nduga dengan selamat. Sekarang dia sudah tidak ada. Kami kehilangan,” ujarnya.

Dikenang Aktif Membantu Kampung

Di Toraja Utara, Aris juga dikenang sebagai warga yang aktif membantu kampung.

Kepala Lembang Tampan Bonga sekaligus kerabat korban, Imanuel Arung Tanga, mengatakan Aris biasa memberikan bantuan ketika pulang untuk mengikuti kegiatan adat dan kemasyarakatan.

“Kalau ada kegiatan Rambu Solo atau Rambu Tuka di Lembang kami, almarhum kalau pulang pasti ada bantuan yang diberikan kepada Lembang,” kata Imanuel.

Menurut Imanuel, Aris beberapa kali membantu kegiatan masyarakat dan pembangunan gereja. Ia juga dikenal dekat dengan pemuda serta pemerintah lembang.

Tewas dalam Perjalanan Membawa Logistik

Aris tewas setelah menjadi korban penembakan di jalur Trans Nduga-Wamena, Papua Pegunungan, Selasa (15/9/2026).

Jenazahnya ditemukan sehari kemudian di dalam kendaraan yang terbakar di sekitar Danau Habema, Kabupaten Jayawijaya.

Jenazah Aris dipulangkan melalui Wamena, Sentani, dan Makassar sebelum tiba di Tongkonan Kalintiong pada Sabtu (19/9/2026).

Sebelum pemakaman, keluarga menggelar ibadah penghiburan di rumah duka.

TNI dan Polri masih memburu kelompok yang diduga terlibat dalam penembakan tersebut.

Masyarakat Nduga juga menyerukan agar kekerasan terhadap warga sipil dihentikan dan jalur Wamena-Nduga kembali aman bagi pengemudi maupun warga.

Kepergian Aris meninggalkan duka di dua wilayah yang selama ini menjadi bagian dari kehidupannya.

Di Toraja Utara, keluarga dan masyarakat mengantarnya melalui prosesi adat.

Sementara di Nduga, warga mengenangnya sebagai sopir yang selama bertahun-tahun membantu membawa kebutuhan dan mengantarkan masyarakat melintasi jalur pegunungan.

Kristio D. Reski

Share
Published by
Kristio D. Reski
Tags: pemakaman KKB Papua Papua Pegunungan Nduga Aris Sanda Danau Habema penembakan Tongkonan Kalintiong Tampan Bonga Toraja Utara Wamena