Categories: Sulsel

BMKG Peringatkan Udara Panas di Sulsel, Ahli Unhas Ungkap Dampak Kelelahan hingga Heat Stroke

SulawesiPos.com – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah 4 mengeluarkan peringatan dini potensi udara panas di sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel).

Suhu udara berpotensi mencapai 40-45 derajat Celsius pada 23-25 September 2026.

Kondisi tersebut perlu diantisipasi masyarakat karena paparan panas berlebihan dapat berdampak terhadap kesehatan.

Ketua Departemen Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas), Dr. dr. Andi Ariyandy, PhD, MHPE, mengatakan masyarakat perlu memahami risiko paparan panas, terutama ketika tubuh kehilangan banyak cairan.

“Terkait kondisi cuaca panas yang terjadi di Sulawesi Selatan, masyarakat perlu memahami bahwa paparan panas berlebihan bukan hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi dalam kondisi tertentu dapat berdampak serius terhadap kesehatan,” ujarnya kepada SulawesiPos.com, Rabu (23/9/2026).

Secara fisiologis, kata Ariyandy, ketika suhu lingkungan meningkat, tubuh berusaha mempertahankan suhu normal dengan meningkatkan aliran darah ke kulit dan mengeluarkan keringat.

“Keringat yang menguap membantu membuang panas tubuh. Masalahnya, bila paparan panas berlangsung lama dan cairan yang hilang tidak segera digantikan, seseorang dapat mengalami dehidrasi dan gangguan keseimbangan elektrolit,” kata dia.

Kenali Gejala Kelelahan Akibat Panas

Ariyandy menjelaskan, masyarakat perlu mengenali gejala awal ketika tubuh mulai terdampak paparan panas.

Gejalanya antara lain rasa haus berlebihan, lemas, sakit kepala, pusing, mual, kram otot, jantung berdebar, hingga berkeringat sangat banyak.

“Kondisi ini dapat berkembang menjadi heat exhaustion atau kelelahan akibat panas,” katanya.

Kondisi yang lebih serius dan paling berbahaya adalah heat stroke ketika kemampuan tubuh dalam mengatur suhu mulai gagal.

“Kondisi ini dapat ditandai dengan suhu tubuh yang sangat tinggi disertai perubahan kesadaran seperti kebingungan, perilaku tidak normal, kejang, bahkan penurunan kesadaran,” lanjutnya.

Ia menegaskan, heat stroke merupakan keadaan gawat darurat sehingga membutuhkan pertolongan medis segera.

Bayi hingga Lansia Diminta Lebih Waspada

Ariyandy mengatakan terdapat kelompok masyarakat yang perlu mendapat perhatian lebih saat cuaca panas.

Kelompok tersebut meliputi bayi dan anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang yang bekerja atau beraktivitas dalam waktu lama di luar ruangan.

“Serta mereka yang memiliki penyakit kronis seperti penyakit jantung, hipertensi, diabetes, penyakit ginjal, dan penyakit paru,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan anak kecil maupun lansia di dalam kendaraan yang terparkir.

Suhu di dalam kendaraan tertutup dapat meningkat dengan cepat dan menimbulkan kondisi yang sangat berbahaya.

“Pesan saya kepada masyarakat Sulawesi Selatan adalah jangan menganggap remeh tanda-tanda tubuh ketika terpapar panas. Haus, pusing dan lemas adalah sinyal bahwa tubuh sedang berusaha mempertahankan keseimbangan. Segera kurangi aktivitas, pindah ke tempat sejuk dan cukupi cairan,” paparnya.

Jika seseorang mulai mengalami kebingungan, penurunan kesadaran, kejang, atau kondisinya memburuk setelah terpapar panas, Ariyandy meminta masyarakat tidak hanya memberikan minum dan menunggu di rumah.

Segera lakukan pendinginan dan bawa orang tersebut ke fasilitas kesehatan karena kondisi tersebut perlu dicurigai sebagai heat stroke.

“Pada prinsipnya, cuaca panas dapat kita hadapi dengan baik apabila masyarakat mengenali risiko, menjaga hidrasi, mengurangi paparan panas berlebihan, dan mengenali tanda bahaya sejak dini,” tegasnya.

Ini Cara Mencegah Dampak Cuaca Panas

Ariyandy menekankan pencegahan dampak cuaca panas dapat dilakukan dengan menjaga tubuh tetap sejuk dan memastikan kebutuhan cairan terpenuhi.

“Untuk pencegahan, prinsipnya sederhana: jaga tubuh tetap sejuk dan cukup cairan,” ucapnya.

Masyarakat dianjurkan minum air secara teratur dan tidak menunggu hingga merasa sangat haus.

Aktivitas fisik berat di bawah sinar matahari juga sebaiknya dibatasi, terutama ketika matahari sedang terik.

Jika harus beraktivitas di luar ruangan, masyarakat dapat mengenakan pakaian yang ringan dan longgar serta menggunakan pelindung kepala atau payung.

Istirahat secara berkala di tempat yang teduh atau lebih sejuk juga diperlukan untuk mengurangi paparan panas.

“Kita juga perlu berhati-hati terhadap konsumsi kopi, minuman berkafein tinggi, minuman yang sangat manis, dan terutama alkohol secara berlebihan karena bukan merupakan pilihan utama untuk menggantikan cairan yang hilang akibat panas,” pungkas dia.

Yaslinda Utari

Share
Published by
Yaslinda Utari
Tags: udara panas sulsel peringatan dini udara panas cuaca panas