Categories: Sulsel

Antrean BBM di Sulsel Normal, Pertamina Tambah Suplai Pertalite 35 Persen dan Solar 4,4 Persen

SulawesiPos.com – Kondisi antrean BBM di sejumlah SPBU di Sulawesi Selatan (Sulsel) disebut telah kembali normal. Meski demikian, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi tetap memperkuat pasokan Pertalite dan Solar untuk menjaga ketersediaan BBM di tengah kebutuhan masyarakat.

Pertamina menambah suplai Pertalite sebesar 35 persen dan Solar sebesar 4,4 persen di Sulsel dan Sulawesi Barat.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan penyaluran BBM terus dipantau dan disesuaikan dengan kondisi di masing-masing wilayah.

“Kami terus memantau kondisi penyaluran BBM di seluruh wilayah Sulawesi. Secara umum kondisi terpantau kondusif, meskipun di beberapa daerah masih terdapat kepadatan pada jam-jam tertentu, khususnya untuk jenis BBM tertentu,” ujar Lilik, Rabu (23/9/2026).

Untuk menjaga kelancaran distribusi di Sulsel dan Sulbar, sejumlah langkah operasional diterapkan Pertamina.

Langkah tersebut meliputi penambahan jalur pelayanan Pertalite, jam operasional SPBU dan Depot Makassar, serta penambahan operator dan Marshall SPBU.

Pengaturan lapangan juga dilakukan melalui sistem ganjil-genap pada 13–20 September 2026.

Selain itu, pengisian kendaraan besar diarahkan dilakukan pada malam hari.

Lilik mengatakan langkah-langkah tersebut terus dievaluasi sesuai kondisi masing-masing wilayah.

“Setiap wilayah memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, penanganannya juga kami sesuaikan, mulai dari penguatan suplai, penyesuaian jam operasional, penambahan fasilitas pengisian, sampai penguatan pengawasan di SPBU,” jelasnya.

Kondisi BBM di Wilayah Sulawesi

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyebut distribusi BBM secara umum berjalan kondusif, meski kepadatan kendaraan masih terjadi di sejumlah daerah pada waktu dan jenis BBM tertentu.

Di Sulawesi Tenggara, penyaluran BBM disebut telah kondusif. Rata-rata penyaluran harian sepanjang September meningkat 22,7 persen dibandingkan rata-rata normal Januari-Mei.

Pertamina menambah jam operasional SPBU, mengoptimalkan nozzle Pertalite, serta berkoordinasi dengan Forkopimda dalam penertiban pengecer.

Pertamina juga menerapkan batas maksimal pengisian BBM harian yang disesuaikan dengan kapasitas tangki standar kendaraan.

Kebijakan tersebut ditujukan agar distribusi BBM dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata.

Sementara di Sulawesi Tengah, kepadatan masih ditemukan pada jam sibuk penyaluran Biosolar.

Kabupaten Buol yang hanya memiliki dua SPBU reguler mendapat tambahan suplai sekitar 5 persen dari rata-rata normal harian.

Untuk menjaga ketahanan stok di Buol, Pertamina mengoptimalkan Marshall SPBU, berkoordinasi dengan Depot Tolitoli untuk memprioritaskan pengiriman, serta memperketat penyaluran sesuai SOP, termasuk mencocokkan QR Code dengan nomor polisi kendaraan.

Di Gorontalo, kepadatan pada jam tertentu masih terjadi, tetapi dalam kondisi terkendali.

Pertamina mempercepat distribusi dari Depot Gorontalo, mengoptimalkan nozzle Pertalite sebagai jalur tambahan, serta melakukan build up stok di SPBU yang berpotensi mengalami kondisi kritis.

Monitoring stok dan transaksi juga diperketat untuk meminimalkan potensi penyalahgunaan maupun pembelian berulang.

Koordinasi dengan Tim Satgas BBM Provinsi Gorontalo terus dilakukan untuk mengawasi penyaluran BBM bersubsidi.

Di Sulawesi Utara, antrean masih terpantau pada penyaluran Biosolar di Kota Manado.

Pertamina meningkatkan penyaluran harian Biosolar sebesar 8 persen dibandingkan Agustus dan menambah nozzle Biosolar.

Sementara penyaluran Pertalite dilaporkan aman dan kondusif.

Pertamina mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

Masyarakat juga diminta mengikuti arahan petugas serta menggunakan BBM sesuai peruntukannya agar distribusi dapat berlangsung merata.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan pemantauan stok, penyaluran, dan pelayanan SPBU terus dilakukan di seluruh wilayah Sulawesi, dengan penyesuaian distribusi berdasarkan perkembangan kebutuhan di lapangan.

Yaslinda Utari

Share
Published by
Yaslinda Utari
Tags: Antrean BBM BBM Sulsel pertalite Pertamina