Bupati Bone Andi Asman Sulaiman mendorong embung di Desa Mappesangka menjadi percontohan pengelolaan sumber air, Selasa (15/9/2026).
SulawesiPos.com – Di tengah ancaman kemarau panjang dan fenomena El Nino, sebuah embung di Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, justru mampu mempertahankan ketersediaan air.
Kondisi tersebut mendapat perhatian Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman (AAS) yang mendorong embung tersebut menjadi salah satu percontohan pengelolaan sumber air di Kabupaten Bone.
Keunggulan embung ini terletak pada sistem penyediaan air yang tidak bergantung pada pompa. Air diperoleh melalui bor celup, kemudian dialirkan dengan memanfaatkan sistem gravitasi.
Dengan sistem tersebut, air tetap dapat mengalir dan dimanfaatkan meski musim kemarau berlangsung panjang.
Bagi pemerintah daerah, model seperti ini dinilai relevan untuk dikembangkan di wilayah lain yang menghadapi persoalan kekeringan.
Selain mampu menjaga ketersediaan air, sistem gravitasi juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan pompa dan energi listrik.
Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman mengatakan, embung di Mappesangka menunjukkan bahwa inovasi sederhana dapat menjadi solusi menghadapi tantangan perubahan iklim, khususnya kekeringan yang semakin panjang.
“Ini yang kita mau jadikan percontohan. Bagaimana air tetap tersedia di tengah kemarau panjang dengan sistem yang sederhana, menggunakan bor celup dan gravitasi, tanpa harus bergantung pada pompa,” ujar Bupati AAS, Selasa (15/9/2026).
Menurutnya, pengelolaan air harus diarahkan pada sistem yang efektif, hemat energi dan berkelanjutan. Model embung seperti di Mappesangka diharapkan tidak hanya menjadi solusi bagi kebutuhan air masyarakat dan pertanian, tetapi juga dapat direplikasi di desa-desa lain yang memiliki kondisi serupa.
“Kalau ada teknologi dan sistem yang bisa membuat air tetap eksis menghadapi El Nino, tentu ini harus kita dorong. Kita lihat potensinya, kita pelajari, lalu kalau memungkinkan dikembangkan di wilayah lain,” pungkas Bupati. (kar)