Kebakaran hanguskan 9 rumah di Sanrangeng-Sailong, Bone, Sabtu (12/9/2026)
SulawesiPos.com – Kebakaran besar terjadi di permukiman warga Desa Sanrangeng Sailong Kecamatan Dua Boccoe, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 14.25 Wita.
Api cepat membesar dan melalap beberapa rumah warga. Total ada 11 rumah terdampak, terdiri dari 9 rumah terbakar dan 2 rumah lainnya ikut terdampak.
Kebakaran ini juga menelan korban jiwa. Seorang pria berusia sekitar 40 tahun bernama Hasan dilaporkan meninggal dunia dalam kejadian tersebut.
Sembilan rumah yang terbakar masing-masing milik Salma, Ruddin, Kaya, H. Malik, Hasna, Latuo, Juma, Hj. Tiha, dan Pattawe.
Sementara dua rumah yang ikut terdampak masing-masing milik Tahang dan Nia.
Kobaran api membuat warga panik. Mereka berusaha menyelamatkan diri sambil mengeluarkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan dari dalam rumah.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bone, Pamiluddin, mengatakan petugas langsung menangani kebakaran di wilayah Sanrangeng dan Sailong yang merupakan desa bertetangga.
Petugas dikerahkan untuk memadamkan api dan mencegahnya merembet ke rumah warga lainnya.
“Kami melakukan penanganan di lokasi dan berupaya memadamkan api agar tidak semakin meluas,” ujar Pamiluddin.
Sampai berita ini ditulis, penyebab kebakaran dan total kerugian masih didata.
Salah seorang warga, Arman, mengatakan kejadian tersebut menjadi duka bagi masyarakat Sanrangeng dan Sailong.
Ia berharap para korban mendapat perhatian dan bantuan, terutama warga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda.
“Ini musibah yang sangat memprihatinkan. Semoga korban dan keluarga yang terdampak diberi ketabahan dan mendapat bantuan dari berbagai pihak,” kata Arman.
Di tengah musibah ini, komunitas pelaku UMKM Mappedeceng ikut menunjukkan kepeduliannya.
Owner UMKM Mappedeceng, Lambo mengajak masyarakat membantu saudara-saudara mereka yang menjadi korban kebakaran di Sanrangeng.
Kebakaran ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. Selain kehilangan tempat tinggal dan harta benda, keluarga Hasan juga harus kehilangan salah satu anggota keluarga.
Kini, dukungan dan solidaritas masyarakat menjadi harapan bagi para korban untuk bangkit dan kembali menata kehidupan setelah musibah. (kar)