Foto bersama setelah KPU Bone mendampingi Pemilihan Ketua OSIS SMAN Negeri 13 Watampone
SulawesiPos.com – Pendidikan demokrasi tidak selalu harus dimulai dari ruang-ruang formal. Di lingkungan sekolah, proses memilih pemimpin organisasi siswa juga dapat menjadi ruang belajar penting untuk mengenalkan nilai-nilai demokrasi sejak dini.
Hal itulah yang menjadi semangat KPU Kabupaten Bone saat hadir di SMA Negeri 13 Watampone dalam kegiatan sebagai Pembina Upacara sekaligus menghadiri pengukuhan Panitia Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) Tahun 2026, Senin (7/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti jajaran KPU Kabupaten Bone, di antaranya Kadiv Teknis, Zaenal S.Sos., M.Si, Kadiv Parhumas dan SDM, Abd Asis S.S, para Kasubag serta staf Parhumas, bersama para guru dan siswa SMA Negeri 13 Watampone.
Kehadiran KPU Bone merupakan bagian dari implementasi kerja sama antara Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan dan KPU Provinsi Sulawesi Selatan dalam bentuk pendampingan Pemilihan Ketua OSIS serentak tingkat SMA se-Sulawesi Selatan tahun 2026.
Program pendampingan ini merupakan tahun kedua pelaksanaannya setelah sukses digelar pada tahun sebelumnya. Untuk tahun 2026, Pemilihan Ketua OSIS SMA Negeri 13 Watampone dijadwalkan berlangsung pada 30 September 2026.
Dalam amanahnya, Zaenal menekankan pentingnya menjadikan Pilketos bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan OSIS, tetapi sebagai laboratorium demokrasi bagi para siswa.
Menurutnya, melalui proses tersebut siswa dapat belajar secara langsung bagaimana demokrasi dijalankan, mulai dari mengenal calon, menentukan pilihan, menghormati perbedaan pilihan hingga menerima hasil pemilihan.
“Kami berharap kegiatan Pilketos ini bisa menjadi laboratorium demokrasi bagi siswa-siswi. Sekaligus memberikan edukasi sejak dini tentang praktik-praktik penyimpangan dalam pesta demokrasi yang marak terjadi dan dapat merusak nilai demokrasi yang ideal,” ujarnya.
Pesan tersebut dinilai penting mengingat para siswa SMA pada akhirnya akan menjadi pemilih pemula dalam berbagai momentum demokrasi.
Sementara itu, Abdul Asis menyampaikan bahwa Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS merupakan pengalaman pendidikan yang sangat berharga bagi siswa.
“Melalui proses pemilihan ini, siswa belajar tentang prinsip-prinsip demokrasi, seperti hak suara, kebebasan memilih, serta tanggung jawab sebagai pemilih dan calon pemimpin,” katanya.
Menurutnya, Pilketos juga menjadi sarana untuk menanamkan pentingnya partisipasi aktif dalam kehidupan berorganisasi sekaligus membiasakan siswa terlibat dalam proses pengambilan keputusan.
Kepala SMA Negeri 13 Watampone, Nur Abidin, S.Pd, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada KPU Kabupaten Bone yang telah hadir memberikan pendampingan kepada pihak sekolah dan para siswa.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada KPU Kabupaten Bone yang berkenan hadir di sekolah kami. Apresiasi yang setinggi-tingginya karena telah memberikan pencerahan dan pendampingan, khususnya kepada siswa-siswa kami dalam menghadapi Pilketos yang akan datang,” ungkapnya.
Ia menilai pendampingan tersebut memiliki manfaat lebih luas karena siswa tidak hanya dipersiapkan menghadapi pemilihan di lingkungan sekolah, tetapi juga mulai dikenalkan dengan proses demokrasi sebagai bekal menjadi pemilih pemula pada perhelatan demokrasi mendatang.
Hal senada disampaikan Ketua Panitia Pilketos SMA Negeri 13 Watampone, Zaskia.
Ia mengucapkan terima kasih atas pendampingan yang dilakukan KPU Kabupaten Bone dan berharap pelaksanaan Pilketos tahun ini dapat berjalan lancar serta menghasilkan kepemimpinan OSIS yang mampu menjadi wadah aspirasi dan kegiatan siswa.
“Semoga pelaksanaan Pilketos tahun ini berjalan lancar dan menghasilkan hasil yang dapat membawa organisasi OSIS menjadi wadah aspirasi dan berkegiatan teman-teman siswa SMA 13. Sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi kami dalam manajemen kepemimpinan dan nilai-nilai demokrasi,” ujarnya.
Bagi KPU Kabupaten Bone, pendampingan Pilketos tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial di sekolah. Ada misi jangka panjang yang ingin dibangun: menanamkan budaya demokrasi kepada generasi muda sebelum mereka benar-benar terjun sebagai pemilih dalam pemilu.
KPU Bone berharap langkah sederhana di lingkungan sekolah tersebut dapat menjadi bagian dari investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas demokrasi. (kar)