Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman bersama jajaran Pemprov Sulsel menunjukkan bantuan keuangan tanggap darurat Rp500 juta untuk penanganan pascabencana di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). dok/andisudirman
SulawesiPos.com – Pemprov Sulawesi Selatan menyalurkan bantuan keuangan tanggap bencana sebesar Rp500 juta untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur usai gempa bumi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, lalu menyiapkan sekitar 10 ton logistik serta tim BPBD dan tenaga kesehatan untuk membantu penanganan warga terdampak di lapangan.
Langkah itu menegaskan dukungan Sulsel tidak berhenti pada transfer anggaran.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyebut bantuan personel dan layanan kesehatan juga disiapkan agar kebutuhan dasar warga korban gempa bisa lebih cepat ditangani selama masa darurat.
“Kami memberikan bantuan keuangan tanggap darurat sebesar Rp500 juta untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kemudian kami akan mengirimkan tim BPBD dan tenaga kesehatan untuk membantu saudara-saudara korban bencana,” kata Andi Sudirman dalam keterangannya, Minggu, 16 Agustus 2026.
Fokus bantuan Sulsel diarahkan pada dua jalur sekaligus, yakni dukungan anggaran untuk tanggap darurat dan dukungan personel untuk memperkuat penanganan di lokasi bencana.
Kehadiran tim BPBD dan tenaga kesehatan dinilai penting karena kebutuhan warga terdampak tidak hanya menyangkut pangan, tetapi juga layanan medis, pendataan kerusakan, dan penanganan pengungsian.
Andi Sudirman juga menekankan solidaritas antardaerah perlu diwujudkan dalam bantuan yang benar-benar bisa dipakai di lapangan.
Karena itu, Sulsel tidak hanya mengirim dukungan fiskal, tetapi juga menyiapkan unsur kebencanaan dan kesehatan untuk membantu pemerintah daerah setempat.
Setelah bantuan keuangan disalurkan, Pemprov Sulsel menyiapkan pengiriman sekitar 10 ton logistik untuk NTT.
Rencana itu disampaikan Andi Sudirman usai memimpin upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Makassar pada Senin, 17 Agustus 2026.
“Besok insyaallah sekitar 10 ton akan kita kirimkan barang, setelah kita membantu keuangan Rp500 juta,” ujarnya.
Dengan skema itu, bantuan Sulsel mencakup beberapa bentuk sekaligus, mulai dari dukungan anggaran, logistik, tenaga kesehatan, hingga personel kebencanaan.
Kombinasi tersebut diharapkan membantu pemenuhan kebutuhan dasar warga sekaligus memperkuat penanganan darurat di wilayah terdampak.
Solidaritas Sulsel terhadap NTT juga muncul dalam konteks kedekatan dampak bencana.
Gempa yang mengguncang NTT pada 15 Agustus 2026 sempat memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan seperti Selayar, Jeneponto, dan Bantaeng sebelum akhirnya dinyatakan berakhir.
Sebelum bantuan disalurkan, Andi Sudirman juga berkoordinasi dengan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena sambil menyampaikan duka dan dukungan kepada warga terdampak.
Bantuan dari Sulsel ini menjadi bagian dari respons antardaerah di tengah upaya penanganan korban dan pemulihan pascagempa di NTT.