Categories: Sulsel

Guru SD Dikeroyok 3 Ortu Siswa di Jeneponto, Polisi Usut Saling Lapor

SulawesiPos.com – Guru SD berinisial NU (59) diduga dikeroyok tiga orang tua siswa di SDN 14 Tamalatea, Jeneponto, Sulawesi Selatan, Rabu (12/8/2026), dalam kasus yang kemudian berkembang menjadi saling lapor ke polisi.

NU melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya di lingkungan sekolah, sedangkan pihak orang tua siswa membuat laporan balasan atas dugaan kekerasan terhadap anak mereka.

Fokus utama perkara ini bukan sekadar video yang viral, melainkan benturan di area sekolah yang langsung menyeret dua pihak ke proses hukum yang saling berkaitan.

Polisi kini menangani dua laporan dari dua pihak berbeda dalam perkara tersebut.

“Memang betul ada dua laporan masuk. Yang pertama itu kekerasan yang dilakukan orang tua siswa kepada guru. Terus orang tua murid dia melapor juga tentang dugaan kekerasan yang dilakukan oleh gurunya,” kata Kasat Reskrim Polres Jeneponto, AKP Nurman Matasa saat diwawancarai wartawan, Jumat (14/8/2026).

Laporan pertama diajukan NU terkait dugaan kekerasan yang dialaminya di sekolah, sedangkan laporan kedua datang dari pihak orang tua siswa yang menduga anak mereka mendapat perlakuan yang tidak semestinya saat berada di sekolah.

Berdasarkan keterangan awal yang diterima penyidik, perkara ini bermula setelah pihak orang tua siswa mendapat kabar bahwa anaknya menerima tindakan pembinaan atau disiplin dari NU di sekolah.

“Informasinya anaknya ini diberikan semacam pembinaan entah itu diberikan disiplin atau dicolek sehingga anak ini melapor ke ibunya dan ibunya mendatangi dan ibunya melakukan penganiayaan saat itu,” tambahnya.

Dugaan kekerasan terhadap anak dalam laporan balasan tersebut belum dipastikan kebenarannya karena polisi masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa.

“Mereka ini saling lapor. Meski saling lapor, kita ini harus dalami dulu apa memang terjadi kekerasan anak yang dilakukan guru atau bagaimana,” jelasnya.

Pada tahap awal ini, polisi menegaskan laporan balasan dari pihak orang tua siswa masih belum terfaktakan.

“Belum terfaktakan, makanya saya sampaikan ini sementara dalam pengumpulan keterangan, alat bukti, dan barang bukti,” tambah Norman.

Penyidik masih merampungkan pemeriksaan pihak-pihak terkait, alat bukti, dan barang bukti sebelum menentukan arah penanganan hukum berikutnya.

Dalam video yang beredar, NU tampak diserang sejumlah emak-emak hingga jilbabnya terlepas, sementara seorang pria yang berada di lokasi terlihat berusaha melerai.

Dugaan penganiayaan itu juga disaksikan sejumlah siswa karena terjadi di lingkungan sekolah.

Orang tua siswa disebut beberapa kali mencoba kembali menyerang NU, tetapi dihalau warga lain yang berada di lokasi.

Hasil pendalaman selanjutnya akan menjadi dasar bagi kepolisian untuk menentukan langkah hukum dalam kasus yang menyeret guru dan orang tua siswa tersebut.

Nur Ainun Afiah

Share
Published by
Nur Ainun Afiah
Tags: Guru Jeneponto Kekerasan Anak penganiayaan Sekolah