Petugas dan keluarga mengusung jenazah Nur Hanissa setibanya di rumah duka di Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Kedatangan jenazah disambut isak tangis keluarga dan kerabat, Minggu (9/8/2026). dok/paluinfo
SulawesiPos.com – Suasana duka menyelimuti rumah keluarga Nur Hanissa di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, setelah jenazah korban pembunuhan satu keluarga di Jalan PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, tiba untuk disemayamkan.
Kedatangan jenazah Nur Hanissa disambut isak tangis keluarga dan kerabat yang masih terpukul atas tragedi yang merenggut nyawanya bersama suami, Jamil, dan putra mereka yang masih berusia sekitar dua tahun.
Nur Hanissa meninggal dunia pada Rabu, 5 Agustus 2026, setelah sempat bertahan dan menjalani perawatan intensif akibat luka berat yang dialaminya dalam serangan tersebut.
Jenazahnya kemudian dibawa ke Kota Palopo, Sulawesi Selatan, untuk disemayamkan di rumah duka keluarga.
Belum ada keterangan yang terverifikasi mengenai tanggal dan jam pasti jenazah tiba di rumah duka.
Tragedi tersebut bermula pada Minggu malam, 26 Juli 2026, sekitar pukul 22.30 WITA di Jalan PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu.
Dalam kejadian itu, Jamil dan putranya yang masih berusia sekitar dua tahun meninggal dunia di lokasi.
Sementara Nur Hanissa sempat bertahan hidup dan mendapatkan perawatan medis.
Selama lebih dari sepekan, kondisi Nur Hanissa menjadi perhatian keluarga dan publik karena ia merupakan satu-satunya korban yang masih bertahan setelah serangan tersebut.
Namun, harapan keluarga berakhir setelah Nur Hanissa dinyatakan meninggal dunia pada 5 Agustus 2026.
Dengan kepergian Nur Hanissa, tragedi pembunuhan tersebut kini telah merenggut tiga anggota keluarga.
Di tengah suasana duka, keluarga Nur Hanissa juga membagikan cerita mengenai sosok yang disebut sebagai terduga pelaku, Aan Kurniawan.
Dalam unggahan keluarga yang beredar di media sosial, Aan disebut bukan orang asing bagi mereka.
Keluarga mengaku telah mengenalnya sejak kecil dan pernah memperlakukannya dengan baik.
Bahkan, keluarga menyebut pernah memberikan pekerjaan dan sepeda motor kepada Aan setelah ia dewasa.
Unggahan tersebut juga memuat cerita yang disebut sebagai kesaksian Nur Hanissa sebelum meninggal dunia.
Menurut keluarga, Nur Hanissa sempat berpura-pura pingsan setelah mengalami serangan karena khawatir kembali diserang oleh pelaku.
Kesaksian tersebut kini menjadi bagian dari cerita keluarga mengenai peristiwa yang menimpa mereka.
Keluarga juga mengungkapkan kesedihan mendalam atas meninggalnya anak Nur Hanissa yang masih berusia sekitar dua tahun.
Anak tersebut disebut sebagai cucu laki-laki yang sangat dinantikan oleh keluarga.
Polisi Masih Memburu Terduga Pelaku
Kasus pembunuhan satu keluarga ini masih dalam penanganan kepolisian.
Aparat disebut terus melakukan pengejaran terhadap Aan Kurniawan yang diduga bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Penyidik juga masih mendalami rangkaian kejadian serta motif di balik pembunuhan yang menewaskan tiga anggota keluarga itu.
Meninggalnya Nur Hanissa membuat kasus tersebut memasuki babak baru.
Selain mengejar terduga pelaku, polisi kini diharapkan dapat mengungkap secara menyeluruh kronologi, motif, serta seluruh fakta yang terjadi pada malam kejadian.
Bagi keluarga korban, kepergian Nur Hanissa sekaligus menutup harapan terakhir setelah Jamil dan anak mereka lebih dahulu meninggal dalam tragedi tersebut.