SulawesiPos.com – Karang Taruna Kota Makassar menegaskan komitmennya menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Makassar dalam mengawal program prioritas, terutama penanganan sampah, pemberdayaan sosial, dan penguatan ekonomi pemuda.
Dalam audiensi dengan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Balai Kota Makassar, Kamis, 6 Agustus 2026, organisasi kepemudaan itu menyatakan siap menjadi motor penggerak sosialisasi pemilahan sampah dari sumber hingga tingkat warga.
Ketua Karang Taruna Kota Makassar Muhammad Zulkifli mengatakan organisasinya mendukung penuh kebijakan pemerintah kota mengenai pemilahan sampah dan penerapan sistem yang mewajibkan TPA Tamangapa hanya menerima sampah residu.
“Tentu kami sangat mendukung program pemilhan sampah, karena harus mulai dari kesadaran. Yang paling utama adalah mengedukasi masyarakat bahwa cepat atau lambat, suka atau tidak suka, kita memang sudah berada pada fase ini,” ujarnya.
Menurut Zulkifli, kebijakan tersebut tidak bisa dihindari karena sejalan dengan arahan Kementerian Lingkungan Hidup untuk menghentikan praktik open dumping sekaligus mendorong sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.
Ia menilai masyarakat harus segera beradaptasi karena Pemerintah Kota Makassar sudah menerbitkan surat edaran dan instruksi wali kota terkait pemilahan sampah.
Selama ini, kata dia, kebiasaan mencampur sampah terjadi karena tempat pembuangan akhir masih menerima semua jenis sampah.
“Seharusnya pemilahan sampah sudah dilakukan sejak lama, tetapi masyarakat terbiasa mencampur semua sampah karena TPA masih menerima semuanya,” ujarnya.
Zulkifli juga mengingatkan kondisi persampahan Makassar sudah berada pada titik yang tidak bisa lagi ditunda penanganannya.
“Kalau itu benar terjadi, tentu semua pihak akan merasakan dampaknya. Karena itu kita harus siap menghadapi perubahan ini,” katanya, merujuk ancaman sanksi hingga penyegelan jika pengelolaan sampah tidak dibenahi.
Zulkifli menegaskan penyelesaian persoalan sampah tidak cukup dengan kritik, tetapi membutuhkan gotong royong seluruh elemen masyarakat. Menurut dia, perubahan yang dibutuhkan pada dasarnya sederhana, yakni membiasakan warga memilah sampah organik, anorganik, dan residu sejak dari rumah.
“Saat ini orang-orang hanya bisa mengkritik dan menghujat. Itu bukan solusi. Yang harus kita lakukan adalah bagaimana bersama-sama keluar dari persoalan ini. Gotong royong dan kerja sama jauh lebih dibutuhkan,” tegasnya.
“Ini hanya soal mengubah kebiasaan. Dulu semua sampah dicampur, sekarang tinggal dipisahkan menjadi organik, anorganik, dan residu,” tuturnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Zulkifli mengaku telah membangun empat titik Tempat Edukasi Buang Sampah Organik atau TEBA di wilayah Tello Baru.
Ia memanfaatkan gorong-gorong beton sebagai media pengolahan sampah organik dan mendorong warga memanfaatkan sisa makanan sebagai pakan ternak.
“Saya membantu membuat empat titik TEBA di wilayah saya. Saya minta warga menaruh sisa makanan di situ, kemudian pemilik sapi bisa memanfaatkannya sebagai pakan. Dengan cara sederhana seperti ini, sampah organik tidak lagi dibuang ke TPA,” jelasnya.
Ia juga mengaku menyiapkan tandon air berkapasitas 2.000 hingga 3.000 liter untuk mendukung fasilitas pengelolaan sampah warga.
Menurut dia, gerakan itu diharapkan bisa diikuti pengurus Karang Taruna di tingkat kecamatan dan kelurahan.
Pemkot ingin Karang Taruna jadi pilar sosial
Ketua Harian Karang Taruna Kota Makassar Rijal Djamal mengatakan audiensi itu menjadi momentum menyelaraskan visi organisasi dengan arah pembangunan Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin.
“Ini bentuk komitmen Pemerintah Kota untuk bersama-sama dengan Karang Taruna menyukseskan seluruh program visi-misi Pak Wali Kota, khususnya yang berkaitan dengan isu-isu sosial dan pemberdayaan anak muda,” ujar Rijal.
Menurut dia, wali kota berkomitmen mengaktifkan dan memperkuat Karang Taruna hingga tingkat kecamatan dan kelurahan agar mampu menjadi ujung tombak pelaksanaan berbagai program pemerintah, termasuk sosialisasi pemilahan sampah di masyarakat.
“Karang Taruna diharapkan menjadi hotline sekaligus penyebar informasi kepada masyarakat terkait pentingnya pemilahan sampah dari rumah tangga,” jelasnya.
Dalam audiensi itu, Karang Taruna juga memaparkan lima strategi utama pengembangan organisasi, mulai dari penguatan tata kelola, peningkatan partisipasi pemuda, kolaborasi lintas sektor, peningkatan dampak sosial, hingga pemberdayaan ekonomi pemuda.
Selain itu, organisasi tersebut menyiapkan tujuh program prioritas hingga 2028, antara lain Entrepreneur Hub, Skill Academy, Karang Taruna Connect, Karang Taruna Peduli, Makassar Youth Festival, Karang Taruna Award, dan Karang Taruna Voice.
Di sisi lain, Munafri menegaskan Karang Taruna harus ditempatkan sebagai pilar sosial yang terkoneksi dengan program-program pemerintah, bukan sekadar organisasi kepemudaan.
“Karang Taruna harus menjadi pilar pendukung sosial yang kuat. Persoalan yang kita hadapi saat ini adalah aktivasi Karang Taruna belum benar-benar terkoneksi dengan program-program pemerintah,” kata Munafri.
Ia mengatakan pembinaan Karang Taruna ke depan akan dipusatkan melalui Dinas Sosial agar alur kolaborasi dengan Pemerintah Kota Makassar menjadi lebih jelas dan program bersama bisa dijalankan lebih terarah.
“Kita ingin ada alur kolaborasi yang jelas. Program yang bisa dikerjakan bersama, kita kerjakan bersama,” imbuh Appi.
Munafri berharap penguatan organisasi hingga lapisan terbawah dapat membuat Karang Taruna menjadi contoh bagi generasi muda sekaligus menjaga keberlanjutan program sosial di tengah masyarakat.
“Kalau Karang Taruna tumbuh besar, tentu akan banyak yang mencontoh. Karena itu program-programnya harus dijaga keberlanjutannya dan organisasi harus mampu mengelola rumah tangganya secara mandiri,” tutupnya.